Ajax dan FC Barcelona masih terus melakukan pembicaraan intensif mengenai Marc-André ter Stegen. Beberapa hari yang lalu, media Spanyol AS melaporkan bahwa pihak Ajax telah mencapai kesepakatan pribadi dengan pihak Barcelona, namun tampaknya hal itu belum terwujud. Namun, menurut Sport, kiper berusia 34 tahun tersebut kini telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Ajax.
Menurut sumber yang disebutkan terakhir, kesepakatan antara Ter Stegen dan Ajax sudah terjalin sejak lama. “Proyek Ajax meyakinkannya baik dari segi olahraga maupun pribadi. Dalam hal itu, semuanya sudah beres,” tulis Sport.
Kesepakatan tersebut berupa peminjaman, namun kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan mengenai detailnya. Barcelona tidak keberatan jika Ter Stegen hengkang, namun kedua belah pihak masih belum sepakat mengenai, antara lain, siapa yang akan menanggung bagian gaji mana.
Tentu saja, Ajax tidak mampu menanggung seluruh gaji Ter Stegen. Bahkan, Sport melaporkan bahwa menurut sumber yang dekat dengan situasi ini, Ajax hanya mampu membayar tidak lebih dari lima belas persen dari gajinya.
Barcelona kemudian harus menanggung sisa 85 persen dan tentu saja menginginkan imbalan atas hal tersebut. Misalnya, bonus tertentu jika Ter Stegen tampil dalam sejumlah pertandingan tertentu untuk Ajax, memenangkan trofi bersama klub, atau lolos ke Liga Champions.
Ter Stegen sendiri dilaporkan berharap agar kesepakatan antara kedua belah pihak dapat tercapai secepat mungkin, sehingga ia dapat bergabung dengan skuad Ajax.
Kiper asal Jerman ini telah bertahun-tahun berjuang melawan cedera yang berkepanjangan. Tahun lalu, ia bahkan absen sepanjang paruh pertama musim karena cedera punggung. Pemain berpengalaman ini memilih untuk dipinjamkan ke Girona pada Januari, namun petualangannya itu terbatas hanya pada dua pertandingan akibat cedera otot paha belakang.
Kemungkinan besar, kehadiran Míchel menjadi faktor penentu bagi Ter Stegen untuk memilih Ajax. Kiper tersebut sempat bekerja sama selama beberapa bulan dengan pelatih baru Ajax tersebut di Girona, yang saat itu baru saja terdegradasi.