Mazda Siap Bawa EZ-6 di Indonesia, Sedan Listrik Kolaborasi Changan

Mazda Siap Bawa EZ-6 di Indonesia, Sedan Listrik Kolaborasi Changan

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek Mazda di Indonesia memastikan akan menghadirkan mobil listrik baru untuk pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Chief Operating Officer (COO) PT EMI sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, mengungkap bahwa model dimaksud merupakan kendaraan listrik Mazda yang diproduksi bersama pabrikan otomotif asal China, Changan, Mazda EZ-6 (e6).

"Kita akan membawa kita punya EV (Electric Vehicle) yang dirakit Changan, itu betul. Memang kita akan segera masukkan yang itu," katanya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Mazda ez-6 di markas R&D Changan Automobile
Mazda ez-6 di markas R&D Changan Automobile

"Iya, tahun ini," lanjut Ricky.

Mengacu pada pernyataan tersebut, Mazda diperkirakan akan memperkenalkan model anyar itu pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang akan digelar 29 Juli 2026 mendatang.

Mazda EZ-6

Sebelumnya, Kompas.com sempat melihat langsung Mazda EZ-6 yang dipamerkan di Changan Global R&D Center, Chongqing, China.

Kehadiran model tersebut di markas Changan bukan tanpa alasan, mengingat sedan listrik itu memang dikembangkan melalui perusahaan patungan (joint venture) Changan-Mazda.

EZ-6 dibangun menggunakan platform EPA1 milik Changan, yang juga menjadi basis bagi sedan listrik Deepal L07. Karena itu, keduanya memiliki proporsi bodi, dimensi, serta sejumlah komponen teknis yang serupa.

Meski demikian, Mazda tetap memberikan sentuhan khas pada desainnya, terutama melalui bahasa Kodo Design dengan gril tertutup dan lampu depan berdesain ramping.

Secara dimensi, EZ-6 memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.485 mm, serta jarak sumbu roda 2.895 mm.

Mobil ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 190 kW atau sekitar 254 Tk dan torsi 320 Nm.

Mazda EZ-60 alias CX-6e di R&D Center Changan Automobile di China
Mazda EZ-60 alias CX-6e di R&D Center Changan Automobile di China

Mobil dibekali baterai berkapasitas 68,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Selain versi listrik murni, Mazda juga menawarkan varian Range Extended Electric Vehicle (REEV).

Kolaborasi dengan Changan

Kolaborasi dengan Changan menjadi bagian dari strategi baru Mazda dalam memperkuat bisnis kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di China.

Setelah sempat kurang berhasil melalui MX-30 dan CX-30 EV, pabrikan asal Jepang itu kini memanfaatkan platform milik Changan untuk mengembangkan EZ-6 dan SUV listrik EZ-60 atau CX-6e.

Strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data China EV DataTracker, Mazda membukukan pengiriman 91.061 unit sepanjang April 2025 hingga Maret 2026, melampaui target internal perusahaan sebanyak 76.000 unit.

Mazda EZ-60
Mazda EZ-60

Penjualan EZ-6 dan EZ-60 bahkan menyumbang lebih dari 40 persen total penjualan bulanan Mazda pada kuartal pertama 2026.

Untuk pasar China, Mazda EZ-6 dipasarkan dengan harga 139.800-179.800 yuan atau setara sekitar Rp 312 juta hingga Rp 402 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app