Luka Modric dan Cristiano Ronaldo berada 'di atas opini publik' sementara Roberto Martinez menegaskan bahwa 'usia hanyalah angka' bagi para pemain senior Portugal dan Kroasia

Luka Modric dan Cristiano Ronaldo berada 'di atas opini publik' sementara Roberto Martinez menegaskan bahwa 'usia hanyalah angka' bagi para pemain senior Portugal dan Kroasia

Pelatih kepala Portugal, Roberto Martinez, memuji Cristiano Ronaldo dan Luka Modric sebagai ikon global yang telah melampaui batasan-batasan sorotan publik. Dalam pernyataannya menjelang pertandingan babak gugur Piala Dunia yang sangat krusial, Martinez menegaskan bahwa kedua kapten legendaris tersebut menjadi teladan terbaik bagi generasi pesepakbola berikutnya.

  • Tokoh-tokoh legendaris yang menentang hukum waktu

    Saat Portugal bersiap menghadapi Kroasia dalam laga krusial babak 32 besar Piala Dunia di Toronto, sorotan tentu saja tertuju pada dua pemain terhebat yang pernah menghiasi dunia sepak bola. Martinez, yang akan menghadapi Modric untuk kelima kalinya dalam karier kepelatihannya, memiliki rekor yang beragam saat melawan Kroasia; selama menangani Portugal, ia mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, sementara masa jabatannya bersama Belgia mencakup satu kemenangan dan satu hasil imbang di babak penyisihan grup Piala Dunia sebelumnya. Terlepas dari pertarungan taktis yang akan terjadi, pelatih asal Spanyol ini percaya bahwa sang maestro Kroasia dan kapten timnya sendiri, Ronaldo, mewakili kelas atlet yang melampaui kritik biasa.

    Menilai dampak mereka di panggung global, Martinez menegaskan status mereka dalam sepak bola modern. "Kita sedang membicarakan pemain yang berada di atas opini publik. Mereka adalah ikon dunia. Karier panjang yang mereka jalani membuat mereka istimewa. Luka Modric, yang berusia lebih dari 40 tahun, terus bermain dalam banyak pertandingan. Hal yang sama berlaku bagi kapten kami, Cristiano Ronaldo," jelas pelatih asal Spanyol itu kepada para wartawan.

  • Croatia v Ghana: Group L - FIFA World Cup 2026
    Getty Images Sport

    Bagi para elit, usia hanyalah angka belaka

    Terlepas dari perdebatan yang tak henti-hentinya mengenai usia mereka dan seberapa lama lagi mereka bisa bersaing di level tertinggi, Martinez merasa kehadiran mereka di ruang ganti sangat berharga. Duo veteran ini memiliki sejarah legendaris, setelah bermain bersama di Real Madrid antara tahun 2012 dan 2018, di mana mereka meraih satu gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions di antara berbagai penghargaan lainnya. Kini, dengan Ronaldo tampil di Piala Dunia keenamnya yang bersejarah dan Modric berkompetisi di Piala Dunia kelimanya, ketangguhan mental yang ditunjukkan oleh para legenda ini sering kali terbukti menjadi faktor penentu dalam pertandingan sistem gugur yang ketat, di mana tuntutan taktis sangat tinggi.

    Martinez terus memuji pengaruh keduanya, dengan menyatakan: “Usia hanyalah angka. Yang penting adalah apa yang mereka lakukan dan peran penting mereka sebagai teladan di ruang ganti. Modric adalah teladan bagi jutaan atlet dan generasi baru pesepakbola.” Kedua pemain ini tetap menjadi kunci harapan masing-masing negara untuk melaju jauh dalam turnamen di Amerika Utara ini.

  • Berjuang melawan cuaca ekstrem di Toronto

    Pertandingan yang akan datang menjadi tantangan fisik bagi kedua tim, mengingat suhu tinggi diperkirakan akan terjadi di Kanada. Namun, Martinez meredam anggapan bahwa cuaca tersebut akan memberikan keunggulan kompetitif bagi timnya, dengan mencatat bahwa skuadnya telah berlatih dalam kondisi serupa selama berada di Palm Beach.

    "Tidak ada keunggulan di Piala Dunia," kata Martinez saat ditanya mengenai cuaca panas. "Persiapan kami adalah berlatih di Palm Beach dengan kelembapan yang tinggi; di sini kami juga akan menghadapi cuaca panas, tetapi kelembapannya lebih rendah. Piala Dunia menuntut persiapan yang matang dan tim sudah siap menghadapi segala kemungkinan. Pada 1 Juli, kami harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kami sangat mengenal Kroasia, mereka juga mengetahui kekuatan kami; ini akan menjadi pertandingan yang sengit, mengingat pentingnya pertandingan ini sebagai babak gugur di Piala Dunia."

  • Colombia v Portugal: Group K - FIFA World Cup 2026
    Getty Images Sport

    Pertarungan taktis untuk menguasai bola

    Di luar kehebatan individu para kapten berpengalaman, pertandingan ini diperkirakan akan menjadi pertarungan teknis yang melelahkan. Pertandingan ini juga memiliki makna historis yang sangat besar; Kroasia sudah terbiasa meraih kejayaan di Piala Dunia setelah mencapai final pada 2018 dan finis di peringkat ketiga pada 2022. Sementara itu, Portugal berupaya meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam apa yang kemungkinan besar menjadi penampilan terakhir Ronaldo di Piala Dunia, dengan target melampaui pencapaian terbaik historis mereka, yaitu mencapai semifinal pada tahun 1966 dan 2006. Dengan kedua tim yang dikenal karena keahlian teknis dan keinginan untuk mengendalikan tempo permainan melalui penguasaan bola, pertarungan di lini tengah akan menjadi medan pertempuran utama.

    Berdasarkan pengalamannya sebagai mantan analis taktik, Martinez mengidentifikasi perebutan kendali sebagai faktor penentu. “Kuncinya adalah mencoba mengarahkan permainan ke arah yang kami inginkan. Kedua tim menyukai dan membutuhkan bola untuk menyerang dan bertahan. Kuncinya adalah mengendalikan aspek tersebut. Kami sudah pernah saling berhadapan di Nations League, jadi tidak ada rahasia,” pungkasnya.