JAKARTA, KOMPAS.com – Lexus Indonesia menegaskan bahwa strategi bisnisnya di pasar premium tidak berorientasi pada target penjualan maupun pangsa pasar.
Merek asal Jepang tersebut memilih untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Fokus pada Pengalaman Konsumen
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, Lexus punya pendekatan yang berbeda dibanding merek otomotif pada umumnya.
Mereka lebih mengutamakan pengalaman kepemilikan kendaraan ketimbang sekadar mengejar volume penjualan.
"Bagi kami, yang terpenting adalah sebenarnya bagaimana kita hadir di sepanjang perjalanan bagi konsumen," ujar Ernando, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ernando, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan produk, layanan purnajual, hingga berbagai fasilitas eksklusif yang relevan dengan kebutuhan pelanggan Lexus.
"Tentunya melalui produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, privileges yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," kata Ernando.
Pendekatan tersebut, lanjut dia, mulai menunjukkan hasil.
Berdasarkan data internal perusahaan, penjualan maupun pangsa pasar Lexus mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Ernando meyakini peningkatan tersebut merupakan buah dari konsistensi Lexus dalam memberikan pelayanan yang mengedepankan kepuasan pelanggan, bukan semata mengejar angka penjualan.
“Buat kami, yang paling penting itu bagaimana kami bisa hadir di sepanjang perjalanan konsumen,” ujar Ernando kepada wartawan saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, komitmen itu diwujudkan lewat produk, layanan purnajual, sampai berbagai fasilitas eksklusif yang memang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Lexus.
“Tentunya lewat produk yang sesuai kebutuhan konsumen, layanan yang sesuai kebutuhan konsumen, dan privileges yang juga sesuai kebutuhan mereka,” kata Ernando.
Pendekatan ini, lanjutnya, mulai terlihat hasilnya.
Berdasarkan data internal, penjualan dan pangsa pasar Lexus disebut mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir.