Lewat Susur Sungai, Warga Diajak Melihat Langsung Kondisi Sungai Jakarta

Lewat Susur Sungai, Warga Diajak Melihat Langsung Kondisi Sungai Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sungai Ciliwung selama ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Jakarta.

Namun, tidak banyak warga yang pernah melihat langsung kondisi sungai tersebut dari dekat.

Melalui kegiatan susur sungai Ciliwung River Adventure, peserta diajak menyaksikan wajah Ciliwung dari dekat sekaligus memahami peran pentingnya bagi Ibu Kota.

Pada Sabtu (27/6/2026), Kompas.com mencoba mengikuti kegiatan susur Sungai Ciliwung yang digelar Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama Khatulistiwa Rescue Team dan sejumlah komunitas peduli sungai.

Perjalanan dimulai dari segmen Banjir Kanal Barat (BKB) di kawasan BNI City, Jakarta Pusat.

Sebelum berangkat, peserta terlebih dahulu mengenakan helm dan pelampung keselamatan.

Setelah itu, mereka menaiki perahu karet bermesin yang telah bersandar di tepian sungai.

Tak lama kemudian, perahu bergerak menyusuri aliran Sungai Ciliwung yang membelah Jakarta, membawa peserta melihat sisi lain Ibu Kota yang jarang terlihat dari jalan raya.

Dari atas perahu, kondisi sungai terpampang jelas.

Semakin jauh perahu bergerak, wajah Sungai Ciliwung menunjukkan dua sisi yang berbeda.

Di beberapa titik, bantaran sungai tampak lebih tertata dengan pepohonan yang menaungi aliran air.

Namun di titik lain, masih terlihat tumpukan sampah yang mengendap di tepian sungai.

Belum lagi sampah plastik, popok sekali pakai, hingga limbah rumah tangga yang berada di aliran air, terbawa arus.

Pemandangan itu menjadi pengingat bahwa sungai ini masih menghadapi persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Mengikuti Ciliwung River Adventure juga diajak memahami bahwa kondisi sungai sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia, mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan ruang di bantaran sungai.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.