Serang, Beritasatu.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengapresiasi komitmen Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di Kabupaten Tangerang.
Lahan seluas 100 hektare itu akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan terpadu untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat Jakarta dan Banten.
Apresiasi tersebut disampaikan Pramono saat meninjau Pusat Olah Organik dengan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Peternakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov Jakarta dan Pemprov Banten menjadi kunci terwujudnya proyek strategis tersebut.
“Ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang baik dengan Pemprov Banten. Alhamdulillah, berkat komunikasi yang terjalin cukup baik antara kami, rencana Pak Gubernur Andra Soni itu bisa kita wujudkan bersama-sama,” katanya.
Dari total lahan 100 hektare, sekitar 40 hektare akan dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan lingkungan hidup. Sementara 20 hektare lainnya akan dikembangkan menjadi kawasan peternakan sapi, ayam, dan perikanan yang dikelola oleh BUMD Dharma Jaya.
Pramono mengatakan kawasan peternakan tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat pasokan daging, terutama saat permintaan meningkat pada hari-hari besar keagamaan.
“Di sini nanti bisa menampung sapi mencapai 5.000 ekor. Jadi kalau sudah berjalan, kebutuhan suplai daging pada setiap momen hari besar untuk Jakarta dan Banten dipastikan aman,” ujarnya.
Pramono menargetkan proses pengembangan kawasan dimulai pada September 2026. Ia menegaskan proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 1 triliun itu tidak akan menggunakan dana APBD Jakarta maupun APBD Banten.
Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Pramono meminta seluruh pekerja direkrut dari masyarakat sekitar lokasi proyek.
“Diperkirakan untuk serapan tenaga kerja itu mencapai 200 orang, dan saya sudah meminta betul agar seluruh tenaga kerjanya adalah masyarakat sekitar sini, tidak boleh dari Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menilai Banten dan Jakarta memiliki hubungan yang saling melengkapi sehingga kerja sama lintas daerah menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan.
Menurut Andra, gagasan memanfaatkan aset lahan milik Pemprov Jakarta di Tangerang telah disampaikan kepada Pramono sejak awal. Ia mengaku bersyukur usulan tersebut mendapat respons positif.
“Ternyata Mas Pram menyambut baik rencana itu. Dari komunikasi baik yang kami lakukan, ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa direalisasikan,” katanya.
Andra optimistis kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat besar, baik bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek maupun warga Banten dan Jakarta secara umum.
“Kami sangat berterima kasih. Kami yakin segala niat baik yang direncanakan pasti akan bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya.