Kronologi Truk Tabrak JPO di Tendean Jaksel, Saksi Sebut Kendaraan Melaju Kencang

Kronologi Truk Tabrak JPO di Tendean Jaksel, Saksi Sebut Kendaraan Melaju Kencang

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pedagang di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Agung (48), mengungkapkan kronologi truk pengangkut ekskavator menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Ia mengatakan, sebelum kejadian dirinya sedang duduk di depan warungnya yang berada di trotoar.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ketika kondisi jalan masih lengang, ia melihat truk tersebut melaju kencang lalu menghantam badan JPO hingga membuatnya terkejut.

“Biasanya kalau alat-alat berat kayak gitu kan biasanya pelan. Itu kenceng. Makanya kaget,” kata Agung saat ditemui di lokasi, Selasa.

Truk pengangkut alat berat tersangkut di JPO Mampang pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Truk pengangkut alat berat tersangkut di JPO Mampang pada Selasa (14/7/2026) pagi.

Menurut Agung, tidak ada kendaraan atau petugas yang mengawal truk tersebut dari belakang.

Padahal, kendaraan pengangkut alat berat umumnya didampingi petugas untuk memantau batas ketinggian yang bisa dilewati.

“Terus belakangnya juga enggak ada orangnya, biasanya kan belakang ada orangnya ya yang mantau lah barangkali nyangkut kabel apa nyangkut JPO kayak gitu. Enggak ada, di depan semua (orangnya),” kata dia.

Tak lama setelah kecelakaan terjadi, polisi tiba di lokasi. Sopir sempat diminta menggerakkan truk, tetapi upaya tersebut dihentikan karena struktur JPO sudah terangkat dan terlepas dari tangganya.

“Semalem kan udah dicoba suruh maju apa mundur. Tapi begitu mau dicoba, jembatannya udah ngangkat kan,” ujar Agung.

Sementara itu, sopir truk, Andre (28), mengaku konsentrasinya terpecah saat mengemudi karena sambil melihat aplikasi peta digital di ponselnya.

“Kami 2 kilometer lagi nyampe nih, fokus lihat maps,” ungkap Andre saat ditemui di lokasi, Selasa.

Andre mengatakan, ini merupakan kali pertama dirinya melintasi Jalan Kapten Tendean.

Karena belum pernah melewati ruas jalan tersebut, ia tidak mengetahui adanya batas ketinggian di lokasi JPO.

“Saya emang biasa angkut alat berat, tapi ini beda, agak tinggian. Enggak tahu juga enggak ada palang (penanda batas),” kata Andre.

Adapun ekskavator yang dibawa diangkut dari Bogor menuju proyek milik Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan. Andre bersama rekannya, Marcel, berangkat sekitar pukul 00.00 WIB.

Setibanya di depan JPO Tendean, Andre terlambat mengerem sehingga ekskavator menghantam badan jembatan. Benturan itu mendorong badan JPO ke depan hingga salah satu ujungnya terlepas dari tangga.

Proses evakuasi baru dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengerahkan sejumlah alat berat, termasuk crane hidrolik, untuk membongkar JPO yang rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.