Kronologi Tabrakan KA Harina dan Truk di Semarang, Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Berbunyi

Kronologi Tabrakan KA Harina dan Truk di Semarang, Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Berbunyi

SEMARANG, KOMPAS.com - KA 100 Harina relasi Bandung-Surabaya Pasarturi tertemper sebuah truk di perlintasan sebidang Jerakah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026) sore. 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Akibatnya, perjalanan kereta sempat mengalami keterlambatan.

Insiden terjadi di perlintasan sebidang Nomor 1A KM 0+100 pada petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol.

Kronologi KA Harina Tabrakan dengan Truk

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menjelaskan, berdasarkan keterangan awal pengemudi, kendaraan yang dikemudikannya diduga mengalami gangguan pengereman ketika mendekati perlintasan.

Saat itu, perangkat peringatan di lokasi sudah berfungsi. Sirine telah dibunyikan dan palang pintu sedang bergerak menutup karena KA Harina akan segera melintas.

Meski demikian, truk yang melaju dari arah selatan menuju utara tetap memasuki area perlintasan.

Ketika berada di tengah lintasan kereta api, kendaraan tersebut mengalami kendala. 

Tangki truk dilaporkan terlepas sehingga kendaraan mogok dan tidak dapat segera keluar dari jalur rel.

Petugas jaga perlintasan bernama Deni langsung mengambil tindakan dengan berlari ke arah datangnya kereta untuk memberikan tanda bahaya kepada masinis.

Di saat bersamaan, masinis KA Harina telah berupaya menghentikan laju kereta dengan melakukan pengereman maksimal.

Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dicegah. 

KA Harina akhirnya tertemper dengan bagian kiri truk yang masih berada di area lintasan.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” imbuh Luqman.

KA Harina Ditarik Mundur

Usai insiden terjadi, KA Harina terlebih dahulu ditarik mundur guna mengamankan posisi rangkaian sekaligus membuka ruang penanganan di lokasi kejadian.

Tak hanya itu, truk juga didorong ke arah selatan supaya tidak lagi menghalangi jalur perlintasan.