JawaPos.com - Gelombang panas ekstrem melanda Korea Selatan beberapa hari belakangan dan kondisinya dilaporkan semakin memburuk.
Untuk pertama kalinya, Seoul bersiap menghadapi status 'peringatan gelombang panas parah' setelah suhu udara di negara itu mencetak rekor tertinggi dalam 122 tahun terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan lebih dari 2.000 warga mengalami gangguan kesehatan akibat panas.
Ibu kota Seoul yang dihuni lebih dari 9 juta penduduk diperkirakan mencapai suhu 38 derajat Celsius pada Selasa pekan lalu, disusul tiga hari berikutnya dengan suhu sekitar 37 derajat Celsius berturut-turut.
Otoritas setempat pun mengerahkan berbagai langkah darurat untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca panas yang semakin berbahaya.
Sebelumnya, Kota Yangsan di wilayah tenggara Korea Selatan mencatat suhu 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8).
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat sejak pengamatan cuaca dimulai 122 tahun lalu.
Dilansir via Guardian, berdasarkan data Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menunjukkan, sejak Mei lalu sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat kondisi yang berkaitan dengan gelombang panas.
Sementara lebih dari 2.000 orang harus menjalani perawatan medis karena penyakit terkait suhu ekstrem.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta seluruh kementerian dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi.
JawaPos.com - Gelombang panas ekstrem melanda Korea Selatan beberapa hari belakangan dan kondisinya dilaporkan semakin memburuk.
Untuk pertama kalinya, Seoul bersiap menghadapi status 'peringatan gelombang panas parah' setelah suhu udara di negara itu mencetak rekor tertinggi dalam 122 tahun terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan lebih dari 2.000 warga mengalami gangguan kesehatan akibat panas.
Ibu kota Seoul yang dihuni lebih dari 9 juta penduduk diperkirakan mencapai suhu 38 derajat Celsius pada Selasa pekan lalu, disusul tiga hari berikutnya dengan suhu sekitar 37 derajat Celsius berturut-turut.
Otoritas setempat pun mengerahkan berbagai langkah darurat untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca panas yang semakin berbahaya.
Sebelumnya, Kota Yangsan di wilayah tenggara Korea Selatan mencatat suhu 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8).
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat sejak pengamatan cuaca dimulai 122 tahun lalu.
Dilansir via Guardian, berdasarkan data Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menunjukkan, sejak Mei lalu sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat kondisi yang berkaitan dengan gelombang panas.
Sementara lebih dari 2.000 orang harus menjalani perawatan medis karena penyakit terkait suhu ekstrem.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta seluruh kementerian dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi.