JAYAPURA, KOMPAS.com – Kurang lebih satu bulan, akhirnya Tim Disaster Victim Identification Polda Papua mengumumkan hasil identifikasi terhadap bagian tubuh yang ditemukan pasca ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Tim DVI Polda Papua, Penata I, Hamzah Chusaeni, menjelaskan bahwa proses mengidentifikasi korban dengan melakukan pemeriksaan DNA karena bagian tubuh korban yang hancur dan tidak dapat dikenali secara visual.
“Kami tim DVI mengidentifikasi korban dengan melakukan pemeriksaan DNA karena bagian tubuh korban yang hancur," kata Hamzah Chusaeni saat memberikan keterangan pers di Biak, Rabu (15/6/2026).
"Kita mengambil sampel DNA dari keluarga, kemudian dari korban kita ambil 10 sampel potongan tubuh. Kita kirim tanggal 7 Juni 2026, ke Labdokes Pusdokes Polri dan hasil keluar taggal 30 Juni 2026,” ujarnya lagi.
Menurut Hamzah, hasil pemeriksaan yang dilakukan di Labdokes Pusdokes Polri, tiga korban berhasil teridentifikasi.
Ketiganya adalah Yohanes Marandof, La Ini alias Lai Madura, dan Yulianus Raubaba. Dengan tambahan tiga korban ini, maka jumlah total korban meninggal akibat ledakan bom peninggalan perang dunia II di Kabupaten Biak Numfor menjadi sembilan orang.
“Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi,” kata Hamzah Chusaeni.
Setelah diumumkan, dia mengatakan, hasilnya langsung diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman ketiga korban.
“Hasil identifikasi ini sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemekaman" ujar Hamzah.
Sebelumnya, ledakan bom sisa PD II terjadi di Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor pada Minggu, 31 Mei 2026.
Akibat ledakan itu, lima orang meninggal di lokasi kejadian dan satu meninggal di RSUD Biak. Sementara tiga korban lainnya hilang.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan itu menyebabkan belasan bangunan terdiri dari rumah warga dan tempat ibadah rusak. Belasan orang terluka dan puluhan lainnya mengungsi ke tempat aman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang