Jakarta, IDN Times - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat lonjakan kasus penyiksaan di Indonesia sepanjang Juli 2025 hingga Juni 2026. Dalam periode tersebut, KontraS mendokumentasikan 83 peristiwa penyiksaan dengan 364 korban luka dan 14 korban meninggal dunia.
Hal ini berkenaan dengan peringatan Hari Mendukung Korban Penyiksaan Sedunia yang jatuh tiap 26 Juni. Angka itu meningkat dibanding periode sebelumnya yang mencatat 66 peristiwa penyiksaan, 116 korban luka, dan 23 korban meninggal dunia.
Menurut KontraS, penegakan hukum pascademonstrasi Agustus 2025 menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan kasus.
"Situasi penyiksaan yang masih berulang bahkan mengalami kenaikan menunjukkan bahwa aktor negara masih kejam dan tidak manusiawi," kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dikutip Sabtu (27/6/2026).