KOMPAS.com - Eks kapten Manchester City, Ilkay Guendogan memuji keberhasilan mantan timnya mendatangkan Elliot Anderson di bursa transfer musim panas 2026.
Manchester City disebut sepakat dengan klub Liga Inggris, Nottingham Forest soal transfer Elliot Anderson.
Elliot Anderson didatangkan sebagai tambahan skuad Manchester City dan memecahkan rekor transfer untuk pemain Inggris.
Gelandang bertahan berusia 23 tahun ini hengkang ke Etihad Stadium dengan banderol mencapai 116 juta poundsterling (sekitar 2,73 triliun rupiah) dari Nottingham Forest.
Proyeksi Anderson di Manchester City
Nantinya, Elliot Anderson akan diproyeksikan menemani Rodri untuk menjaga kedalaman lini tengah Manchester City.
Kehadiran sosok pemain timnas Inggris ini di tubuh Manchester City kemudian dikomentari oleh Ilkay Guendogan.
Guendogan, yang sempat menjadi andalan Manchester City kala ditangani oleh Pep Guardiola itu, menyebut bahwa Elliot Anderson adalah tambahan sempurna untuk tim.
"Menurut saya begitu. Saya rasa dia telah membuktikannya, terutama musim lalu bersama Nottingham Forest. Dia menjalani musim yang luar biasa. Dia menampilkan performa yang sangat apik, termasuk saat melawan City," katanya.
"Menurut saya, perkembangannya selama beberapa tahun terakhir cukup mengesankan, dan saya cukup yakin dia akan menjadi tambahan yang hebat bagi skuad City," imbuh Guendogan.
Guendogan: Anderson bukan pemain besar, tapi...
Elliot Anderson telah mencatatkan namanya sebagai salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris sejak bergabung ke Nottingham Forest dari Newcastle United pada 2024.
Anderson, yang saat ini bermain untuk timnas Inggris di Piala Dunia 2026 mampu mencatatkan 3.300 sentuhan, 297 kali menang duel dan 306 kali menang penguasaan bola.
Namun, Guendogan enggan menyebut Anderson sebagai pemain besar, mengingat kedatangannya ke Manchester City sesuai kebutuhan tim.
"Saya tidak akan menyebutnya sebagai sosok 'nama besar'. Maksud saya, tentu saja dia adalah sosok yang dikenal semua orang," ujarnya.
"Namun, menurut saya mereka tidak merekrutnya sebagai seorang superstar, melainkan sebagai pemain yang mengutamakan kepentingan tim".
"Biayanya memang mahal, ya, tapi inilah Premier League. Ini adalah tempat bagi para pemain terbaik, jadi hal seperti itu sudah lumrah saat ini."
"Angka-angka tersebut mungkin terlihat atau terdengar fantastis, tetapi begitulah kondisi pasar saat ini, bukan? Orang-orang bersedia membayarnya, dan mereka harus membayar harga itu demi kualitas tertentu," imbuh Guendogan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang