Kisah Pelamar dari Sumbar Nyaris Tertipu Loker Bodong di Jakbar, Dijanjikan Rp 500.000 Sehari

Kisah Pelamar dari Sumbar Nyaris Tertipu Loker Bodong di Jakbar, Dijanjikan Rp 500.000 Sehari

JAKARTA, KOMPAS.com - Fira Oktaviona (24), pelamar kerja asal Sumatera Barat, mengaku nyaris menjadi korban dugaan rekrutmen bodong di sebuah ruko di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Ia mengaku dijanjikan uang makan Rp 500.000 per hari dan gaji hingga Rp 6 juta, tetapi kemudian diminta membayar Rp 2,5 juta agar bisa mulai bekerja.

"Untuk posisi waiters, kasir, cook, tapi saya milih buat lamar jadi kasir," kata Fira kepada Kompas.com melalui pesan Instagram, Selasa (7/7/2026).

Fira mengatakan, mendapat panggilan wawancara setelah melamar pekerjaan melalui sejumlah platform pencari kerja dan media sosial.

Pada 3 Juli 2026, Fira terbang dari Sumatera Barat ke Jakarta untuk mengikuti proses wawancara dengan membawa seluruh persyaratan yang diminta.

Setibanya di lokasi, ia diarahkan masuk ke dalam ruko oleh seorang petugas keamanan.

"Pas sampai sana ternyata bentuknya ruko. Di depan sudah ada penjaga, kayaknya itu satpam deh, ya udah disuruh masuk," katanya.

Di dalam, seorang perempuan langsung memeriksa berkas lamaran miliknya sebelum proses wawancara dimulai.

Tak lama kemudian, Fira mengaku langsung dinyatakan diterima sebagai kasir.

Ia juga dijanjikan sejumlah fasilitas, mulai dari uang makan Rp 500.000 per hari, gaji hingga Rp 6 juta, hingga seragam kerja.

"Terus pas aku diinterview, kata ibu-ibu itu kan yang menginterview aku langsung bilang 'di sini kakak keterima sebagai kasir ya kak'. Terus dijelasinnya kan 'di sini kakak nanti dapat Rp500.000 per hari untuk makan'," kata Fira.

"Terus gaji sampai Rp6 juta katanya. Terus nanti dapat baju sama hijab juga katanya," kata Fira menambahkan.

Namun, setelah menjelaskan fasilitas tersebut, pewawancara meminta Fira membayar Rp 2,5 juta sebagai biaya awal sebelum bekerja.

"Ujungnya dia baru ngomong 'nanti kalau kakak mau kerja di sini, kan kakak udah diterima nih, jadi kita bayar awal Rp2,5 juta' katanya gitu. 'Kalau kakak nanti udah bayar, nanti kita langsung berangkat, nanti sama yang lain juga, tapi bayar sekarang langsung'," ucap Fira menirukan perkataan pewawancara.

Merasa curiga, Fira meminta izin menghubungi kakaknya untuk meminta pendapat.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.