KOMPAS.com - Keramas mungkin terasa seperti rutinitas harian yang sepele. Namun, ternyata masih banyak yang tidak sadar melakukan kesalahan saat keramas.
Kebiasaan yang keliru ini pada akhirnya bisa memengaruhi banyak hal, mulai dari tingkat kesehatan kulit kepala hingga hilangnya kilau alami rambutmu.
Sebenarnya, tidak ada patokan pasti mengenai seberapa sering kamu harus keramas. Kunci utamanya terletak pada jenis kulit kepala yang kamu miliki, bukan pada tekstur rambut.
Jika kulit kepalamu tidak cepat berminyak, kamu bisa menunda keramas hingga beberapa hari dan menambahkan eksfoliator yang mengandung asam salisilat.
Berikut ragam kesalahan yang umum terjadi saat keramas, melansir Real Simple, Senin (22/6/2026).
Kesalahan yang umum terjadi saat keramas
1. Percaya mitos menunda keramas
Banyak orang percaya bahwa jarang keramas bisa melatih rambut agar tidak mudah berminyak. Faktanya, kelenjar dan hormonlah yang mengendalikan produksi minyak. Menunda jadwal keramas justru memicu penumpukan kotoran yang membuatnya terasa lebih lepek.
Terdapat pula anggapan bahwa rambut bisa kebal terhadap suatu produk, padahal sebenarnya residu yang terus menumpuklah yang membuatnya terasa berat.
Jika kamu tetap ingin menunda keramas, pertimbangkan untuk menambahkan eksfoliator berbahan asam salisilat.
"Kamu harus menganggap setiap sesi keramas sebagai detoksifikasi mendalam dengan gosokan yang tepat agar kulit kepala kembali bersih maksimal," ujar trikolog dan pendiri Caspara Studio di New York City, Shab Caspara.
2. Melewatkan perawatan pra-keramas
Kesalahan lain adalah langsung membasahi kepala tanpa persiapan. Menggunakan minyak atau pelembap sebelum keramas mampu melonggarkan kotoran yang menumpuk di area folikel.
"Mengoleskannya pada rambut kering memungkinkan bahan-bahan tersebut menyerap lebih efektif," jelas Shab.
Setelah didiamkan, pijat lembut kepala dengan jari. Menurut trikolog dan pendiri Bessa Beauty di New York City, Vanessa Ocando, langkah tersebut merangsang sirkulasi dan meningkatkan aliran darah.
"Ini untuk mendukung pertumbuhan rambut, sekaligus melonggarkan tumpukan kotoran di akar untuk pembersihan yang lebih dalam," kata Ocando.
3. Menggunakan air panas
Suhu air sering kali diabaikan. Padahal, keramas dengan air panas bisa mengeringkan helaian dan memudarkan warna, sedangkan air dingin kurang bersih. Air suam-suam kuku adalah pilhan terbaik.
4. Fokus mengoleskan sampo pada ujung rambut
Sampo difokuskan untuk membersihkan area kulit kepala dari minyak dan keringat, bukan untuk bagian bawah helaian.