Pantau - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia meyakini kerja sama antara PT Wiraraja Indonesia dan Polythene UK Ltd asal Inggris senilai sekitar 50 juta pound sterling atau setara Rp1,17 triliun akan meningkatkan kontribusi kawasan industri terhadap perekonomian nasional melalui penguatan investasi dan sektor manufaktur.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan masuknya investasi baru menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat pertumbuhan industri dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Ia mengungkapkan, "Tentunya, karena saat ini kita butuh realisasi cepat masuknya investasi ke Indonesia."
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement antara PT Wiraraja Indonesia dan Polythene UK Ltd di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.
Kesepakatan itu difokuskan pada investasi, transfer teknologi, serta pengembangan industri manufaktur bernilai tambah yang berkelanjutan.
Penandatanganan Hasil Rangkaian Kunjungan Bisnis
Penandatanganan merupakan hasil rangkaian kunjungan bisnis PT Wiraraja Indonesia ke Britania Raya sejak 23 Juni 2026.
Proses penjajakan hingga penandatanganan difasilitasi oleh KBRI London, Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat arus investasi dan kemitraan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Inggris.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Desra Percaya, menyatakan kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan antara pelaku usaha Indonesia dan Inggris.
Menurut Desra, kerja sama itu juga menunjukkan komitmen membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari implementasi UK–Indonesia New Strategic Partnership.
Melalui kerja sama itu diharapkan rantai pasok industri semakin kuat, transfer teknologi berlangsung lebih cepat, lapangan kerja bertambah, serta pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia semakin terdorong.
Kinerja Kawasan Industri Terus Meningkat
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mencatat kawasan industri di Indonesia telah menyerap 2,35 juta tenaga kerja atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2024.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyampaikan Indonesia saat ini memiliki 179 kawasan industri dengan total luas mencapai 101.351,45 hektare.
Tri menyebut tingkat okupansi kawasan industri tercatat sebesar 57,20 persen dengan 11.970 perusahaan atau tenant yang beroperasi di dalamnya.
Luas kawasan industri juga bertambah 1.508,02 hektare.
Menurut Tri, capaian tersebut menunjukkan kawasan industri telah berkembang menjadi pusat aktivitas manufaktur nasional.
Tri menambahkan kawasan industri mampu menarik investasi secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia.
Ia juga menyampaikan perkembangan kawasan industri menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak tahun 2020, jumlah kawasan industri meningkat 51,69 persen atau bertambah 61 kawasan.
Realisasi investasi di kawasan industri tercatat mencapai Rp6.744,58 triliun.