Kekuatan fisik atau sihir? Dilema Pedri yang membuat Spanyol gelisah menjelang laga melawan Prancis

Kekuatan fisik atau sihir? Dilema Pedri yang membuat Spanyol gelisah menjelang laga melawan Prancis

Kejutan terbesar dalam susunan pemain inti tim nasional Spanyol, saat menghadapi Belgia di perempat final Piala Dunia, adalah diturunkannya Pedri ke bangku cadangan. 

Tak ada yang menyangka Pedri, pemain paling berpengaruh di lini tengah timnas Spanyol dan sosok kunci dalam mengatur ritme permainan La Roja, akan dicadangkan.

Pelatih Luis de la Fuente memilih untuk mengandalkan Fabián Ruiz, sebuah keputusan yang awalnya tampak berhasil, namun ia segera mengubahnya pada babak kedua dengan memasukkan Pedri.

Surat kabar “Sport” mengemukakan pertanyaan penting, mengenai siapa yang akan menjadi starter dalam laga melawan Prancis di semifinal, apakah Fabián Ruiz atau Pedri.

Surat kabar tersebut menjelaskan, “Apakah De la Fuente akan kembali menaruh kepercayaannya pada pemain yang memiliki fisik lebih kuat seperti Fabián Ruiz, yang mencetak gol dan menjalankan perannya dengan sempurna saat melawan Belgia? Atau akankah ia menyerahkan kendali lini tengah kembali kepada Pedri, yang tidak dikritik oleh pelatih setelah pertandingan melawan Portugal?”

Namun kenyataannya menunjukkan bahwa De la Fuente, dalam pertandingan-pertandingan besar, cenderung mengandalkan pemain yang memberikan ketangguhan dan kekuatan fisik lebih besar bagi timnya, terutama karena Prancis unggul dalam aspek ini, Lini tengah “Les Bleus” mungkin tidak memiliki bakat teknis seperti rekan-rekan mereka dari Spanyol, tetapi mereka mengimbanginya dengan kekuatan fisik yang besar, sehingga membentuk barisan pertahanan yang memungkinkan bola dikirim dalam kondisi terbaik kepada para bintang penyerang seperti Michael Olise, Kylian Mbappé, dan Ousmane Dembélé.

  • FBL-WC-2026-MATCH98-ESP-BEL
    AFP

    Ada dua pilihan yang jelas bagi De la Fuente

    Di hadapan De la Fuente, ada dua pilihan yang jelas: menghadapi kekuatan Prancis dengan kekuatan yang setara, atau mengandalkan keajaiban dan kreativitas Pedri dalam membangun serangan.

    Ini adalah dilema yang digambarkan sang pelatih sendiri dalam beberapa kesempatan sebagai “masalah yang indah”, namun ia harus menyelesaikannya sebelum babak semifinal.

    Sedangkan di posisi playmaker, tampaknya tidak ada perdebatan lagi, setelah Dani Olmo dengan jelas memantapkan posisinya sebagai pemain inti.

    Pilihan lainnya adalah mengorbankan Alex Baena, dengan memindahkan Olmo ke sayap kiri, seperti yang pernah dilakukan Luis Enrique. Namun, De la Fuente tidak mempertimbangkan skenario ini, karena ia menilai Olmo tampil terbaik di belakang penyerang, dan tidak akan mengubah posisinya, kecuali jika ia memutuskan untuk menggantinya selama pertandingan guna memasukkan Mikel Merino sebagai opsi serangan yang memberikan kehadiran lebih besar bagi tim di dalam kotak penalti.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami