New Delhi, Beritasatu.com – Hasil undian mempertemukan juara bertahan sekaligus unggulan pertama Shi Yu Qi akan menghadapi pebulu tangkis muda India Ayush Shetty pada babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi. Kejuaraan ini akan digelar pada 17-23 Agustus.
Pertemuan tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan pembuka paling menarik karena Shetty akan tampil di hadapan pendukung tuan rumah. Keduanya juga pernah berhadapan pada final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia musim ini.
Shi datang ke New Delhi dengan koleksi satu gelar pada musim 2026, yakni Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Dalam pertandingan final turnamen tersebut, pebulu tangkis China itu mengalahkan Shetty.
Nomor tunggal putra dan putri masing-masing memiliki bagan penuh berisi 64 pemain. Sementara itu, tiga nomor ganda masing-masing diikuti 48 pasangan.
Pelatih kepala tim nasional India Pullela Gopichand memperkirakan para pemain tuan rumah mampu mencatatkan hasil kuat dalam turnamen tersebut.
“Saat ini kami memiliki pemain-pemain unggulan di sejumlah nomor. Kami berharap dapat meraih podium setidaknya di beberapa nomor,” kata Gopichand dalam acara pengundian.
Menurut Gopichand, hasil undian secara keseluruhan cukup baik dari sudut pandang tim India. Dia menilai duel Shi melawan Shetty menjadi salah satu pertandingan terbesar pada babak pertama.
“Saya yakin Ayush merupakan pemain yang sangat bagus. Dengan gaya menyerangnya, menghadapi Shi pada babak pertama lebih baik dibandingkan bertemu dengannya pada tahap berikutnya. Apabila menang, jalannya dalam undian akan menjadi lebih terbuka,” ujarnya.
Pada nomor tunggal putri, An Se Young akan menghadapi pemain muda Bulgaria Kaloyana Nalbantova.
Unggulan pertama asal Korea Selatan tersebut berupaya merebut kembali gelar juara dunia yang pernah dimenanginya pada 2023.
An berada di perempat bagan yang sama dengan Mia Blichfeldt, unggulan kelima Han Yue, dan rekan senegaranya Kim Ga Eun.
Unggulan ketiga tunggal putri Wang Zhi Yi mendapat lawan berat pada babak pertama, yakni Beiwen Zhang. Sementara itu, unggulan kedua Akane Yamaguchi akan menghadapi pemain Vietnam Nguyen Thuy Linh.
Seluruh 16 unggulan pada tiga nomor ganda memperoleh tiket langsung ke babak kedua.
Juara bertahan ganda putra Kim Won Ho/Seo Seung Jae akan menghadapi pemenang pertandingan antara Christo Popov/Toma Junior Popov dan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.
Christo/Toma merupakan pasangan yang menjadi finalis Kejuaraan Eropa.
Pada nomor ganda putri, unggulan pertama Liu Sheng Shu/Tan Ning berada di perempat bagan yang sama dengan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva serta unggulan keenam Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong.
Sejumlah Duel Ketat di Tunggal Putra
Selain pertandingan Shi melawan Shetty, sejumlah duel tunggal putra diperkirakan berlangsung ketat pada babak pertama.
Juara dunia 2021 Loh Kean Yew akan berhadapan dengan Brian Yang. Christo Popov dijadwalkan menghadapi Kenta Nishimoto, sedangkan Weng Hong Yang bertemu Yushi Tanaka. Finalis Kejuaraan Dunia 2023 Kodai Naraoka akan melawan Chi Yu Jen.
Direktur Operasi Turnamen BWF Selvaamresh Supramaniam mengapresiasi persiapan tuan rumah menjelang penyelenggaraan turnamen bulu tangkis utama tersebut. “Kami senang dapat membawa kembali Kejuaraan Dunia ke negara bulu tangkis yang hebat ini,” kata Supramaniam.
Dia mengatakan persiapan berjalan lancar dan sesuai jadwal dengan waktu penyelenggaraan yang tinggal beberapa pekan.
BWF telah bekerja sama dengan BAI dan mitra pemerintah untuk memastikan seluruh kebutuhan arena dan operasional tersedia sebelum turnamen dimulai.
“Tim kami telah berada di lokasi bersama BAI untuk memantau perkembangan berdasarkan rencana kesiapan yang terstruktur. Kami puas langkah-langkah yang diperlukan telah diterapkan saat memasuki tahap akhir pelaksanaan,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kehormatan BAI Sanjay Mishra mengatakan persiapan Kejuaraan Dunia BWF telah berlangsung selama beberapa bulan.
Menurut Mishra, penyelenggaraan kompetisi selama tujuh hari didukung kerja kolektif yang luar biasa dengan lebih dari 200 hari perencanaan.
Lebih dari 1.200 tenaga profesional terlibat dalam persiapan, terdiri atas insinyur, teknisi, spesialis acara, sukarelawan, dan staf pendukung. “Kami juga melibatkan tenaga ahli internasional, termasuk pakar pencahayaan dari Indonesia, untuk memastikan setiap detail memenuhi standar tinggi yang ditetapkan dalam Kejuaraan Dunia BWF,” kata Mishra.