Madrid, Beritasatu.com - Masa depan Endrick di Real Madrid kembali berada dalam ketidakpastian. Kepergian Gonzalo García ke Fulham belum menjamin posisi penyerang asal Brasil tersebut setelah Los Blancos mendatangkan Carlos Espí dari Levante.
Kedatangan Espí membuat Real Madrid kini memiliki tiga pilihan untuk posisi penyerang tengah, yakni Kylian Mbappé, Endrick, dan pemain baru berusia 21 tahun tersebut. Kondisi itu membuka kemungkinan Endrick kembali dipinjamkan agar memperoleh menit bermain secara reguler.
Sebelumnya, peluang Endrick untuk bertahan dinilai cukup besar. Gonzalo diperkirakan menjadi penyerang yang meninggalkan Santiago Bernabéu, sedangkan Endrick disiapkan sebagai pelapis Mbappé sekaligus opsi di sisi kanan penyerangan.
Namun, situasi berubah setelah Real Madrid bergerak cepat merekrut Espí. Klub mengaktifkan klausul pelepasan penyerang bertinggi 1,94 meter tersebut senilai 25 juta euro atau sekitar Rp 518,58 miliar.
Real Madrid secara resmi mengikat Espí selama lima musim hingga 30 Juni 2031. Pemain kelahiran Tavernes de la Valldigna itu telah mencatatkan 66 pertandingan dan mencetak 20 gol selama tiga musim bersama Levante.
Espí juga terpilih sebagai pemain U-23 terbaik Liga Spanyol pada musim lalu. Selain memiliki naluri mencetak gol, postur tubuhnya memberi variasi berbeda bagi lini serang Real Madrid, terutama dalam duel udara dan situasi umpan silang.
Profil tersebut membuat Espí dapat berperan sebagai penyerang target ketika Real Madrid menghadapi lawan yang bertahan dalam. Karakter itu tidak sepenuhnya dimiliki Endrick yang memiliki tinggi badan 1,72 meter dan lebih mengandalkan kecepatan serta pergerakan di sekitar kotak penalti.
Espí telah mengikuti latihan pertamanya bersama tim utama pada Jumat (31/7/2026). Ia bergabung dalam persiapan Real Madrid menjelang pertandingan pramusim melawan Fiorentina.
Endrick sebenarnya kembali ke Real Madrid dengan catatan cukup baik setelah menjalani masa peminjaman selama enam bulan bersama Olympique Lyon.
Penyerang berusia 20 tahun itu mencetak delapan gol dan menyumbangkan delapan assist dalam 21 pertandingan. Endrick terlibat dalam terciptanya satu gol setiap 102 menit selama memperkuat klub Prancis tersebut.
Peminjaman ke Lyon semula dipilih karena Endrick kesulitan mendapatkan kesempatan bermain bersama Real Madrid. Ia berharap menit bermain reguler dapat membantunya masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.
Upaya tersebut berhasil setelah Endrick dipanggil ke tim nasional Brasil. Namun, perjalanannya dalam turnamen itu tidak berjalan maksimal. Ia hanya bermain selama 45 menit menghadapi Jepang dan 32 menit melawan Norwegia.
Endrick juga gagal memanfaatkan peluang satu lawan satu ketika menghadapi Norwegia. Penampilannya di Piala Dunia belum cukup untuk memastikan posisi utama setelah kembali ke Madrid.
Minimnya kesempatan bermain menjadi persoalan utama Endrick sejak bergabung dengan Real Madrid. Dalam satu setengah musim, ia hanya mencatatkan 946 menit bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.
Jumlah itu setara dengan sekitar 11% dari total 8.400 menit pertandingan yang tersedia bagi Real Madrid dalam periode tersebut. Meski jarang bermain, tingkat efektivitas Endrick tergolong tinggi dengan rata-rata satu gol setiap 135 menit.
Catatan itu menunjukkan Endrick mampu memberikan kontribusi ketika dimainkan. Namun, ketatnya persaingan membuatnya kesulitan memperoleh kesempatan secara konsisten.
Sebelum dipinjamkan ke Lyon pada Januari 2026, Endrick hanya memperoleh 99 menit bermain di bawah pelatih Real Madrid ketika itu, Xabi Alonso. Sebanyak 77 menit di antaranya didapat dalam pertandingan melawan Talavera.
Kondisi serupa berpotensi kembali terjadi apabila Endrick bertahan. Mbappé tetap menjadi pilihan utama, sedangkan Espí menawarkan karakter permainan berbeda yang dapat dibutuhkan tim dalam pertandingan tertentu.
Real Madrid Prioritaskan Peminjaman
Real Madrid dikabarkan tidak memprioritaskan penjualan permanen Endrick. Klub lebih mempertimbangkan opsi peminjaman agar sang pemain memperoleh kesempatan bermain tanpa kehilangan kendali atas masa depannya.
Endrick masih terikat kontrak hingga 2030. Karena itu, setiap kemungkinan kepindahan harus dibicarakan bersama klub, termasuk mengenai tujuan peminjaman dan jaminan menit bermain.
Endrick disebut masih ingin bertahan dan memperjuangkan tempatnya di Real Madrid. Namun, kedatangan Espí mulai menimbulkan keraguan karena peluang menjadi pemain utama semakin terbatas.
Real Madrid juga perlu mengurangi jumlah pemain dalam skuad utama. Klub telah memiliki 24 pemain terdaftar, sementara aktivitas transfer masih berpotensi berlanjut sebelum bursa ditutup.
Keputusan akhir mengenai Endrick belum dibuat. Real Madrid terbuka mendengarkan proposal, terutama tawaran peminjaman dari klub yang dapat memberikan peran penting kepada pemain tim nasional Brasil tersebut.
Endrick kini dihadapkan pada dua pilihan. Ia dapat bertahan dan bersaing dengan Mbappé serta Espí, atau kembali meninggalkan Madrid untuk memperoleh menit bermain yang lebih banyak.