KEBUMEN, KOMPAS.com – Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 tidak hanya disiapkan sebagai ajang olahraga lari lintas alam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kebumen memproyeksikan penyelenggaraan event sport tourism tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi lokal lebih dari Rp 1 miliar selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, mengatakan penyelenggaraan KGTR memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan berbagai sektor usaha, mulai dari penyedia perlengkapan lomba, pelaku usaha mikro, jasa penginapan, hingga pengelola objek wisata.
"Kalau perputaran ekonomi, saya perkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Itu mulai dari pengadaan jersey, pengadaan perlengkapan, hingga berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan," kata Frans pada Minggu (28/6/2026).
Menurut dia, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan panitia penyelenggara, tetapi juga masyarakat yang berada di sepanjang jalur lomba. Kehadiran ribuan peserta beserta pendamping diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, homestay, rumah warga, hingga warung makan di kawasan Ayah dan Buayan.
Frans mengungkapkan, tingginya antusiasme peserta membuat kapasitas penginapan di sekitar lokasi penyelenggaraan seluruhnya terisi. Bahkan, panitia menyiapkan berbagai alternatif akomodasi, termasuk memanfaatkan mushala dan tenda darurat sebagai tempat istirahat apabila diperlukan.
"Untuk wilayah ini okupansinya sangat tinggi. Bahkan kami juga menyiapkan alternatif tempat menginap apabila dibutuhkan, termasuk menggunakan mushala dan tenda yang telah disiapkan di sekitar sekretariat. Hampir semuanya penuh," ujarnya.
Selain sektor akomodasi, penyelenggaraan KGTR 2026 juga dipastikan memberikan dampak langsung kepada pengelola destinasi wisata yang dilalui peserta. Panitia mengalokasikan kontribusi sebesar Rp 3.000 untuk setiap peserta yang memasuki objek wisata berbayar sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan destinasi.
Skema tersebut dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan bagi pengelola wisata hanya dalam satu hari pelaksanaan lomba.
Frans mencontohkan, apabila sekitar 1.400 peserta melintasi sebuah objek wisata, maka pengelola berpotensi menerima pemasukan lebih dari Rp 4 juta dari kontribusi yang diberikan panitia.
"Misalnya satu objek wisata dilewati sekitar 1.400 peserta. Kalau dikalikan Rp 3.000, nilainya sudah lebih dari Rp 4 juta. Itu menjadi tambahan pendapatan yang cukup baik bagi pengelola wisata," jelasnya.
Hal serupa juga berlaku di Goa Petruk yang menjadi salah satu ikon lintasan KGTR. Meskipun hanya dilalui peserta kategori 50 kilometer, kontribusi tersebut tetap memberikan tambahan pemasukan bagi destinasi wisata milik pemerintah daerah itu.
Menurut Frans, konsep tersebut sengaja diterapkan agar penyelenggaraan event tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada pengelola objek wisata dan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, para pelaku usaha kuliner juga diproyeksikan memperoleh berkah dari penyelenggaraan KGTR 2026. Panitia menyiapkan beragam menu khas Kebumen untuk peserta, termasuk Sate Ambal yang menjadi salah satu kuliner unggulan daerah.
"Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah akan meningkatkan transaksi di warung makan, kedai kopi, toko oleh-oleh, hingga pelaku usaha mikro lainnya selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan," katanya.
Frans menegaskan, konsep sport tourism yang diusung KGTR memang dirancang untuk menghasilkan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Karena itu, penyelenggaraan event tidak hanya berorientasi pada sukses pelaksanaan lomba, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain menggerakkan ekonomi, KGTR 2026 sekaligus menjadi media promosi bagi potensi wisata Kabupaten Kebumen. Rute lomba kategori 50 kilometer akan melintasi 12 objek wisata yang tersebar di delapan desa dan dua kecamatan, sehingga peserta dapat menikmati panorama pantai, bukit, hingga gua yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Kebumen.
Frans berharap dampak ekonomi yang dihasilkan KGTR dapat terus meningkat dari tahun ke tahun seiring semakin dikenalnya event tersebut di tingkat nasional.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai event olahraga, tetapi juga mampu mengangkat potensi pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Kebumen," ujar Frans.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang