Purwakarta, Beritasatu.com - Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur membantah kabar yang menyebut tidak terdapat kamera pengawas atau CCTV di kawasan Waduk Jatiluhur terkait kasus kematian satpam Sumarna. Pengelola waduk menegaskan sistem pengawasan telah dipasang di sejumlah lokasi strategis, meski lokasi kejadian berada di luar jangkauan kamera.
Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Imam Santoso, menyampaikan penjelasan tersebut seusai mendatangi rumah duka Sumarna di Purwakarta. Menurutnya, PJT II Jatiluhur telah memasang 27 kamera pengawas CCTV yang beroperasi untuk memantau aktivitas di kawasan objek vital strategis Waduk Jatiluhur.
Ia menjelaskan, tiga kamera pengawas berada di kawasan Ubrug. Rekaman dari kamera tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Kita telah memasang 27 kamera pengawas CCTV yang beroperasi merekam aktivitas di area objek vital strategis waduk, tetapi lokasi kejadian peristiwa di luar jangkauan pantauan kamera pengawas yang berjarak 2 kilometer," tegas Imam Santoso.
Imam menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan, terutama terkait penempatan kamera di sejumlah lokasi yang dinilai rawan. Langkah tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama kepolisian agar pengamanan kawasan Waduk Jatiluhur semakin optimal.
Selain melakukan evaluasi, PJT II Jatiluhur juga menyatakan siap mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian guna mengungkap penyebab kematian Sumarna. Meski almarhum merupakan petugas keamanan yang berada di bawah naungan yayasan vendor, perusahaan memastikan akan memberikan dukungan terhadap proses penegakan hukum.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang turut hadir di rumah duka, juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam mengusut tuntas kasus kematian satpam Jatiluhur tersebut.
"Saya dukung penuh apa yang diupayakan kepolisian, hingga kasus ini cepat terungkap pelakunya," ujar Saepul Bahri Binzein.
Menurut bupati Purwakarta, pengungkapan kasus secara menyeluruh menjadi harapan keluarga korban sekaligus masyarakat agar penyebab kematian Sumarna dapat diketahui secara jelas berdasarkan hasil penyelidikan.
Pantauan di rumah duka menunjukkan suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Sejumlah pelayat terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri almarhum, Siti Maryam, serta memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Sumarna
Waduk Jatiluhur
PJT II Jatiluhur
CCTV Jatiluhur
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian satpam Jatiluhur. Rekaman CCTV yang telah diamankan dari sejumlah lokasi di kawasan Waduk Jatiluhur menjadi salah satu bahan yang akan dianalisis untuk membantu mengungkap kronologi peristiwa tersebut.
Sementara itu, PJT II Jatiluhur menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sekaligus meningkatkan sistem pengawasan melalui evaluasi penempatan CCTV di area-area yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.