"Kami tidak membayar satu euro pun untuk merekrut Mbappe": La Liga Meradang Melawan Kegilaan Premier League

"Kami tidak membayar satu euro pun untuk merekrut Mbappe": La Liga Meradang Melawan Kegilaan Premier League

Peringatan Keras: LaLiga Ungkap Rencananya untuk Menghadapi Lonjakan Harga

Klub-klub Liga Spanyol melanjutkan persiapan mereka untuk musim baru dengan langkah-langkah agresif di bursa transfer, namun otoritas "La Liga" memperingatkan bahwa pengeluaran yang terus meningkat dari klub-klub Liga Primer Inggris menciptakan realitas baru yang bisa menaikkan harga pemain dan mempersulit penyelesaian transfer.

Otoritas La Liga memperkirakan total pengeluaran klub-klubnya selama bursa transfer musim panas saat ini mencapai sekitar 800 juta euro, di tengah aktivitas besar yang dipimpin oleh klub Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

  • Tahapan Terbentuknya Gelembung: Inflasi Harga

    Marta Alonso, Deputy Director General Urusan Kelembagaan La Liga, menjelaskan bahwa klub-klub peserta kompetisi kini lebih aktif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Ia menuturkan bahwa Real Madrid dan Barcelona, yang kondisi keuangannya membaik, memimpin pergerakan pasar bersama sejumlah klub lainnya.

    Alonso memperingatkan bahwa kebijakan pengeluaran di Liga Primer Inggris telah menyebabkan lonjakan harga pemain, setelah klub-klub Inggris membayar nilai, biaya transfer, dan gaji yang melampaui nilai pasar. Ia menilai hal itu menciptakan "gelembung" yang akan berdampak pada liga-liga Eropa lainnya.

    Ia menambahkan bahwa klub-klub Premier League seharusnya membelanjakan sekitar 1,6 miliar euro sesuai dengan pendapatan mereka, tetapi mereka telah jauh melampaui angka tersebut, setelah pengeluaran mereka mencapai 1,865 miliar euro menurut situs Transfermarkt, meski masih tersisa satu bulan sebelum jendela transfer ditutup.

    Ia menegaskan bahwa situasi ini akan memaksa klub-klub Spanyol untuk membayar nilai yang lebih besar guna merekrut pemain, sekaligus mempersulit upaya menarik pemain dari Liga Inggris, ditambah bertambahnya tantangan terkait mempertahankan bakat-bakat lokal dalam menghadapi kekuatan finansial klub-klub Inggris.

  • Menghancurkan Pasar dan Rencana Alternatif

    Dari sisi pengeluaran, hingga saat ini Barcelona telah membelanjakan sekitar 110 juta euro untuk mendatangkan Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Bisseck, sementara belanja Real Madrid mencapai sekitar 100 juta euro dengan merekrut Marc Cucurella, Denzel Dumfries, dan Espie, di samping perekrutan gratis Bernardo Silva dan Ibrahima Konate, seiring dengan berlanjutnya upaya untuk merampungkan transfer Rodri dan Diomande.

    Sebaliknya, Atletico Madrid membelanjakan sekitar 102 juta euro untuk mendatangkan Morten Hjulmand, Lee Kang-in, dan Alejandro Grimaldo, sementara klub-klub lain juga hadir di bursa transfer, seperti Real Betis yang menginvestasikan 14,5 juta euro setelah lolos ke Liga Champions Eropa, serta Getafe yang mengeluarkan 19 juta euro usai mencapai Liga Conference Eropa.

    Asosiasi "LaLiga" menyebutkan bahwa klub-klub Liga Spanyol hingga kini telah membelanjakan sekitar 400 juta euro, atau setengah dari nilai yang diperkirakan selama musim panas ini.

    Asosiasi tersebut menilai bahwa bursa transfer akan menyaksikan kesenjangan yang jelas antara klub-klub yang mampu mengimbangi kenaikan harga dan klub-klub yang akan menghadapi kesulitan finansial, sementara sejumlah tim akan beralih ke solusi alternatif, seperti berinvestasi pada akademi mereka atau mencari transfer berbiaya rendah.

    Alonso menegaskan bahwa pengeluaran besar-besaran yang terjadi di klub-klub Liga Inggris tidak merepresentasikan investasi yang sesungguhnya, melainkan justru menghancurkan pasar, dengan menganggap bahwa membayar ratusan juta untuk para pemain yang tidak mencerminkan nilai sebenarnya sama seperti membeli rumah seharga tiga juta euro padahal nilai sebenarnya tidak lebih dari setengah juta.

  • Mbappe dan Daya Tarik Liga? Senjata Bakat Muda Menghadapi Uang Premier League

    Menurut laporan yang diterbitkan surat kabar as hari Selasa ini, inilah alasan di balik semakin banyaknya klub-klub Spanyol yang lebih bertumpu pada mempertahankan bakat-bakat yang sudah ada dalam skuad atau bakat yang dikembangkan di akademi klub.

    Ia melanjutkan: "Kami telah mengarahkan kebijakan financial fair play di Liga Spanyol menuju tujuan mempertahankan bakat ini. Agar Liga Inggris tidak datang dan menarik mereka karena adanya pembatasan ketat pada batas gaji. Kami mengizinkan pembaruan kontrak para pemain dan kenaikan gaji mereka selama musim berjalan, sekalipun mereka melampaui batas pengeluaran, dengan syarat selisihnya dikompensasi pada musim berikutnya. Adapun mengenai akademi pemain muda, jika ada seorang pemain yang menonjol dan diperlukan penandatanganan kontrak dengannya, ia dapat didaftarkan tanpa masalah apa pun. Klub-klub berupaya mempertahankan bakat dan menyediakan syarat gaji yang baik bagi mereka."

    Ia menambahkan: "Ini adalah sudut pandang yang selalu kami coba jelaskan. Fakta bahwa Liga Spanyol menginvestasikan uang lebih sedikit dibandingkan liga-liga lain tidak berarti liga ini berjalan buruk. Jika kami memiliki bakat-bakat di dalam barisan kami, mengapa kami harus mengeluarkan uang untuk seorang pemain yang tidak lebih baik dari mereka? Bagi kami, masalahnya adalah jika kami tidak mampu mempertahankan bakat-bakat ini."

    Ia menambahkan lagi: "Karena ekspektasi para pemain, akan selalu ada pergerakan. Ini hal yang tidak bisa dipungkiri. Namun tidak ada yang meragukan daya tarik untuk bergabung dengan Liga Spanyol. Tidak ada uang yang dibayarkan untuk kepindahan Mbappe. Begitu pula halnya dengan Lamine dan Pedri. Bagi kami, pengeluaran di bursa transfer bukanlah indikator apakah Liga Spanyol berjalan baik atau tidak."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

  • Biaya tambahan gelembung

    Terlepas dari segalanya, selalu ada talenta menjanjikan besar yang berakhir dengan menyerah pada godaan luar negeri, terutama uang Inggris. Mengenai hal itu, Alonso mengatakan kepada surat kabar as: "Ini adalah hal yang wajar. Hanya 11 pemain yang bisa bermain di atas lapangan. Masalahnya adalah kepergian para pemain dan ketidakmampuan kami untuk menggantikan mereka dengan level yang sama. Itulah penjelasannya. Persaingan di Liga Premier semakin meningkat, dan itu luar biasa di divisi dua. Di Eropa, akan ada tahun-tahun ketika kami memenangkan sebuah kompetisi dan tahun-tahun lain ketika kami tidak memenangkannya... tetapi itu bukan karena fair play."

    Surat kabar tersebut menutup: "Bursa transfer Spanyol akan panjang, dan akan ada dua cara untuk menghadapi pemborosan Inggris. Yang pertama adalah cara klub-klub besar yang akan mampu melakukan perekrutan dan bersaing di pasar, seraya berusaha bernegosiasi untuk menghindari biaya berlebih yang ditimbulkan oleh 'gelembung' pasar. Yang kedua adalah cara klub-klub yang akan berusaha melindungi talenta mereka dari ancaman Inggris, seraya melahirkan angkatan baru pemain-pemain muda yang menjanjikan."