Sekitar 191 juta warga Eropa diperkirakan akan menghadapi suhu ekstrem mencapai 35 derajat Celsius atau lebih pada Minggu (28/6), menurut analisis AFP.
Jumlah itu meningkat dibanding perkiraan dua hari sebelumnya yang menyebut sekitar 150 juta orang akan mengalami suhu di atas 35 derajat Celsius pada Jumat (26/6).
Sebelumnya, otoritas kesehatan Prancis juga melaporkan sekitar 1.000 kematian berlebih selama gelombang panas yang melanda sejak 24 Juni.
Analisis AFP menunjukkan sekitar 381 juta orang di Eropa, di luar Turki, diperkirakan merasakan suhu di atas 30 derajat Celsius.
Perhitungan itu menggunakan prakiraan cuaca dari Dinas Meteorologi Jerman (DWD) dan proyeksi populasi 2025 dari Pusat Riset Gabungan (Joint Research Centre) Uni Eropa.
Jerman diperkirakan menjadi salah satu negara yang paling terdampak dengan sekitar 42 juta penduduk menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius, terutama di kawasan Berlin.
Hampir seluruh wilayah Polandia, Hungaria, dan Republik Ceko juga diprediksi mengalami suhu di atas 35 derajat Celsius.
Gelombang panas juga diperkirakan melanda Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, Ukraina bagian barat, serta sebagian wilayah Prancis.
Di Prancis, sekitar 11 juta orang masih berada di wilayah terdampak, meski status siaga merah diperkirakan dicabut pada Minggu malam.
Menurut David Jablonski dari Klimadashboard, jumlah warga yang terdampak kemungkinan lebih banyak dari hasil perhitungan tersebut.
"Analisis ini kemungkinan masih menghitung jumlah warga terdampak lebih rendah dari kondisi sebenarnya, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk," ujarnya.
Jablonski menjelaskan model prakiraan cuaca belum sepenuhnya memperhitungkan efek urban heat island, yakni kondisi ketika kawasan perkotaan memiliki suhu lebih tinggi dibanding daerah di sekitarnya.