JEMBER, KOMPAS.com - Perjalanan kereta api di jalur Jember-Kalisat, Jawa Timur, tengah memasuki babak baru. Lintasan yang selama ini masih menggunakan infrastruktur lama, mulai ditingkatkan agar kereta dapat melaju dengan kecepatan lebih tinggi.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperbarui dua jembatan kereta api di petak Arjasa-Kotok, yakni Jembatan BH 307 dan BH 312.
Kedua jembatan tersebut dibangun ulang untuk menggantikan struktur lama yang telah berdiri sejak era 1950-an.
Namun, peningkatan tidak berhenti pada penggantian jembatan. DJKA Kemenhub juga melakukan peningkatan pada jalur rel, termasuk mengurangi lengkung-lengkung yang terlalu tajam.
Langkah tersebut dilakukan agar lintasan dapat dilalui kereta dengan kecepatan lebih tinggi.
Lengkung Rel Dikurangi Agar Kereta Bisa Melaju Lebih Cepat
Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta menjelaskan, peningkatan jalur Jember-Kalisat merupakan satu rangkaian pekerjaan yang mencakup perbaikan rel dan pembangunan kembali dua jembatan.
"Kami sedang melakukan upgrade rel juga. Kami menghilangkan lengkung-lengkung rel yang terlalu tajam sehingga kereta bisa melintas dengan kecepatan maksimal," kata Viega di tengah pengujian lokomotif di jembatan BH 307 Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, kecepatan kereta pada lintasan yang telah ditingkatkan dapat mencapai 130 hingga 140 kilometer per jam dalam kondisi tertentu, terutama ketika jalur berada dalam kondisi lurus.
Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh lintasan Jember-Kalisat dapat dilalui dengan kecepatan yang sama. Pada lokasi Jembatan BH 307, misalnya, kecepatan masih dibatasi hingga 70 kilometer per jam karena terdapat bagian jalur yang melengkung.
"Kalau jalannya lurus, bisa sampai 130-140 kilometer per jam. Sedangkan yang ini, BH 307, di sisi sebelah barat relnya agak belok sehingga kami membatasi 70 kilometer per jam," terang Viega.
Peningkatan jalur bukan semata-mata membuat kereta bisa lebih ngebut, melainkan memperbaiki kondisi lintasan agar batas kecepatan dapat ditingkatkan pada bagian yang memungkinkan.
2 Jembatan Lama Diganti Setelah Puluhan Tahun Digunakan
Di tengah peningkatan jalur tersebut, DJKA juga mengganti Jembatan BH 307 dan BH 312.
Viega mengatakan, kedua jembatan itu sebelumnya merupakan bagian dari infrastruktur lama yang dibangun pada era Djawatan Kereta Api tahun 1950-an.
Struktur baru dibuat dengan standar yang lebih modern dan disesuaikan dengan standar jembatan pada lintas kereta api di Pulau Jawa yang telah mengalami peningkatan.
"Yang satu ini jembatan BH 307, yang satunya BH 312. Kami meng-upgrade jembatan ini dari yang sebelumnya ada pilar di bagian tengah," kata Viega.