KOMPAS.com - Kapten Timnas Spanyol, Rodri, memberikan pesan khusus kepada bintang mudanya, Lamine Yamal, untuk bisa mengendalikan kecemasan jelang laga melawan Perancis.
Skuad Spanyol dijadwalkan bersua Perancis dalam pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026.
Laga hidup dan mati ini akan diselenggarakan di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada hari Selasa (14/7/2026) waktu setempat atau Rabu pukul 02.00 WIB.
Pertarungan bergengsi melawan Timnas Perancis ini menjadi panggung perebutan satu tiket berharga menuju partai puncak turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.
Berdasarkan catatan statistik dari Flashscore, La Roja memiliki rekor yang lebih baik saat berhadapan dengan lawannya.
Dari lima duel terakhir, mereka sukses mencatatkan tiga kemenangan, sementara dua laga lainnya berujung kekalahan.
Dua dari hasil positif tersebut diraih lewat perjuangan sengit, yakni unggul 2-1 di semifinal Euro 2025 dan menang tipis 5-4 di partai semifinal UEFA Nations League 2025.
Menjelang ujian berat ini, Rodri menyoroti salah satu aspek penting yang perlu diperbaiki oleh Lamine Yamal.
Rodri menilai bahwa Yamal kerap bermain dengan urgensi tinggi yang mendekati tekanan, sehingga terkadang menahan potensi aslinya di sisi sayap.
"Saya rasa dia perlu sedikit tenang, kecemasan yang terkadang dia rasakan karena harus membuktikan dirinya," kata Rodri dikutip dari Goal English, Selasa (14/7/2026).
"Dia pemain yang sangat penting bagi kami karena apa yang dia lakukan dengan dan tanpa bola, dan dia orang yang sangat cerdas."
"Memang benar dia baru berusia 19 tahun dan kami harus menenangkannya di momen-momen tertentu dalam pertandingan," lanjutnya.
Pembuktian di Tengah Sorotan Minim Gol
Meski tampil apik bersama Barcelona, ketajaman Yamal di Timnas Spanyol mengundang tanda tanya.
Tiba di kompetisi dalam keadaan cedera ringan, ia tampak kesulitan meunjukkan permainan eksplosifnya seperti di level klub dan acap kali terisolasi dari area berbahaya musuh.
Kendati demikian, Lamine Yamal tetap menjaga kepercayaan dirinya. Ia merespons kritik terkait minimnya produktivitas gol dengan pendirian yang teguh.