JawaPos.com - Israel kembali mengirim sinyal keras terhadap Iran di saat upaya diplomatik antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan memasuki tahap paling maju.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya siap mengambil tindakan militer secara sepihak, sebuah pernyataan yang berpotensi mengganggu peluang tercapainya kesepakatan damai yang sedang dimediasi negara-negara kawasan.
Pernyataan Netanyahu muncul ketika Qatar mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara Iran dan AS telah mencapai tahap lanjutan dengan pertukaran draf kesepakatan.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan berbagai upaya untuk menggulingkan pemerintahannya telah gagal meski negaranya menghadapi tekanan militer selama berbulan-bulan.
Langkah Israel tersebut memperlihatkan perbedaan pendekatan yang semakin mencolok. Saat mediator regional berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka, pemerintah Israel justru menegaskan opsi militer masih berada di atas meja.
Netanyahu Isyaratkan Serangan Sepihak terhadap Iran
Dalam pernyataannya pada Rabu (5/8), Netanyahu mengatakan Israel tetap bertekad mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bahkan jika proses negosiasi masih berlangsung.
"Kami mendengar hari ini komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran berniat terus mengembangkan senjata nuklir," klaim Netanyahu.
"Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," lanjutnya dilansir dari Palestine Chronicle.
Meski menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terbesar Israel, Netanyahu menegaskan dirinya siap melakukan apa pun yang diperlukan demi menjamin keamanan negaranya.
JawaPos.com - Israel kembali mengirim sinyal keras terhadap Iran di saat upaya diplomatik antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan memasuki tahap paling maju.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya siap mengambil tindakan militer secara sepihak, sebuah pernyataan yang berpotensi mengganggu peluang tercapainya kesepakatan damai yang sedang dimediasi negara-negara kawasan.
Pernyataan Netanyahu muncul ketika Qatar mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara Iran dan AS telah mencapai tahap lanjutan dengan pertukaran draf kesepakatan.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan berbagai upaya untuk menggulingkan pemerintahannya telah gagal meski negaranya menghadapi tekanan militer selama berbulan-bulan.
Langkah Israel tersebut memperlihatkan perbedaan pendekatan yang semakin mencolok. Saat mediator regional berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka, pemerintah Israel justru menegaskan opsi militer masih berada di atas meja.
Netanyahu Isyaratkan Serangan Sepihak terhadap Iran
Dalam pernyataannya pada Rabu (5/8), Netanyahu mengatakan Israel tetap bertekad mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bahkan jika proses negosiasi masih berlangsung.
"Kami mendengar hari ini komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran berniat terus mengembangkan senjata nuklir," klaim Netanyahu.
"Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," lanjutnya dilansir dari Palestine Chronicle.
Meski menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terbesar Israel, Netanyahu menegaskan dirinya siap melakukan apa pun yang diperlukan demi menjamin keamanan negaranya.