Ini Penampakan Gunungan Sampah Bantargebang yang Ditutup Geomembran

Ini Penampakan Gunungan Sampah Bantargebang yang Ditutup Geomembran

BEKASI, KOMPAS.com - Zona 1 TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah terbuka kini mulai ditutup menggunakan lapisan geomembram.

Geomembran adalah lembaran plastik tipis yang kedap air dan zat kimia untuk menahan cairan atau gas agar tidak merembes ke dalam tanah.

Langkah itu sebagai bagian dari transisi pengelolaan sampah menuju sistem controlled landfill atau pengelolaan sampah dengan cara ditimbun, diratakan, lalu dipadatkan dengan alat berat, kemudian ditutup dengan lapisan tanah secara berkala.

Tujuannya mengurangi bau, mencegah serangga, serta mengurangi gas metana.

Pantauan Kompas.com, Selasa (4/8/2026), hamparan geomembran telah menutupi sebagian besar gunungan sampah di Zona 1.

Sebuah alat berat ekskavator juga terlihat beroperasi di atas timbunan untuk meratakan dan memindahkan sampah di area yang masih dalam proses penataan.

Di sisi lain, sejumlah truk pengangkut sampah tampak bergantian memasuki kawasan tersebut dan menurunkan muatannya di titik pembuangan yang masih beroperasi.

Aktivitas pelayanan pengangkutan sampah di zona 1 tetap berjalan.

Petugas juga terlihat merapikan lembaran geomembran dengan menggunakan batang kayu dan bambu agar penutup tetap melekat pada permukaan timbunan sampah dan tidak bergeser tertiup angin.

Terdapat delapan petugas bekerja bersama-sama mengunci bagian tepi geomembran menggunakan batang bambu yang dipukul ke permukaan timbunan sebagai penahan lapisan pelindung tersebut.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di TPST Bantargebang, Agung Pujo Winarko, mengatakan, penutupan landfill dengan geomembran dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penghentian praktik open dumping (sistem buang sampah terbuka).

"Kami sudah melakukan penutupan terhadap beberapa landfill dengan menggunakan geomembran dan material pelindung lainnya sehingga tentu akan meningkatkan kondisi lingkungan dan pengendalian lingkungan yang ada di TPST Bantargebang," ujar Agung di TPST Bantargebang, Selasa (4/8/2026).

Menurut Agung, penutupan landfill bertujuan mengurangi bau dan membatasi air hujan masuk ke dalam timbunan sampah sehingga produksi air lindi berkurang.

Air lindi merupakan cairan rembesan dari tumpukan sampah yang bercampur dengan air hujan, berwarna gelap, dan berbau menyengat.

Tak hanya itu, geomembran juga mendukung penataan lereng agar lebih aman dari risiko longsor maupun kebakaran.

"Yang pertama adalah terkait pengendalian kebauan. Kemudian membatasi air hujan yang masuk ke dalam timbunan sehingga akan mengurangi air lindi yang akan dikelola. Kami juga melakukan perataan dan pemadatan terhadap landfill sehingga kemiringan lereng bisa ditata," kata Agung.

Pemasangan geomembran di zona 1 merupakan tahap awal transformasi pengelolaan sampah di TPST Bantargebang yang ditargetkan selesia pada 2029.

"Di Agustus 2026 ini merupakan awal transformasi pengolahan sampah di DKI Jakarta. Jadi per 1 Agustus kita memulai penghentian praktik open dumping secara bertahap menuju controlled landfill," tutur Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang