Ini Alasan Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Dedi Mulyadi Kerja di Gedung Sate

Ini Alasan Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Dedi Mulyadi Kerja di Gedung Sate

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpam proyek konstruksi MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), mengungkap alasan menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Gedung Sate.

Fiktor mengaku lebih memilih bekerja di Jakarta karena merasa sudah nyaman dan menyukai lingkungan kerjanya.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini," ucap Fiktor saat dihubungi melalui panggilan telepon, Rabu (29/7/2026).

Sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT, ia mengaku sudah cukup nyaman dan puas dengan pekerjaannya, meski hanya berstatus sebagai pekerja alih daya atau outsourcing.

"Nah jadinya saya sudah memutuskan, jadi kerja di Jakarta saja dulu, saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor.

Kini, setelah seluruh masalahnya yang sempat berkonflik dengan tiga orang polisi pengemudi Alphard yang menerobos pelican crossing selesai, ia mulai kembali fokus bekerja sejak Senin (27/7/2026) lalu.

Selain itu, Fiktor juga mengaku menilai pekerjaannya saat ini sangat berharga, sehingga ia tak ingin pindah.

Pasalnya, sebelum diterima bekerja sebagai satpam proyek MRT sejak April 2026 silam, pria asal Nias tersebut sempat lama tidak memiliki pekerjaan tetap di Ibu Kota.

"Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter ponsel. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," cerita Fiktor.

"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," tuturnya.

Sempat Video Call dengan KDM

Terkait pertemuannya dengan Dedi Mulyadi, Fiktor mengaku awalnya mendapat pesan dari seorang staf KDM melalui WhatsApp pada Sabtu (25/7/2026).

Untuk memastikan itu bukan penipuan, Fiktor sampai meminta panggilan video atau video call langsung dengan mantan Bupati Purwakarta tersebut.

"Pagi-pagi kan stafnya menghubungi saya melalui WhatsApp. Saya pastikan ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya. Setelah itu saya minta video call sama Beliaunya juga langsung, memastikan kalau benar apa enggak, takut saya ditipu kan," ungkap Fiktor.

Setelah yakin dan diundang secara langsung dalam telepon tersebut, Fiktor akhirnya memutuskan langsung menyewa mobil dan berangkat seorang diri ke Bandung pada Sabtu pagi untuk memenuhi undangan tersebut.

Meski menolak tawaran kerjanya, Fiktor mengaku tetap ingin datang sebagai bentuk penghormatan atas apresiasi yang diberikan KDM.