Ikut Kata Neyanyahu, Board of Peace Setujui Israel Baru Tarik Pasukan dari Gaza Setelah Hamas Dilucuti

Ikut Kata Neyanyahu, Board of Peace Setujui Israel Baru Tarik Pasukan dari Gaza Setelah Hamas Dilucuti

WASHINGTON, KOMPAS.com - Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan jaminan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa penarikan pasukan Israel dari Gaza hanya akan dimulai setelah Hamas sepenuhnya dilucuti.

Jaminan tersebut disampaikan pada Senin (3/8/2026), setelah Netanyahu menyampaikan keberatan terhadap dokumen yang sebelumnya diterbitkan Board of Peace terkait rencana perdamaian di Gaza.

Dua anggota kabinet keamanan Netanyahu bahkan sebelumnya mendesak agar pemerintah Israel melakukan pemungutan suara untuk membatalkan kesepakatan yang didorong Trump.

Keberatan tersebut muncul setelah Board of Peace atau Dewan Perdamaian menerbitkan dokumen yang menyebut Israel akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari wilayah Gaza.

Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan pemerintah telah menyampaikan kekhawatirannya kepada pihak AS.

Hal itu dilakukan setelah Trump pada Jumat (31/7/2026) menyebut, kesepakatan Hamas untuk menyerahkan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru dibentuk sebagai "tonggak penting".

Perwakilan tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, kemudian bertemu Netanyahu pada Senin untuk membahas persoalan tersebut.

Mladenov mengakui bahwa pembahasan mengenai rencana tersebut merupakan pekerjaan yang sulit.

Namun, Board of Peace menyatakan telah mencapai "kesepahaman bersama mengenai tujuan yang ingin dicapai" dengan Israel.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X, Board of Peace menegaskan penarikan pasukan Israel melewati Garis Kuning atau Yellow Line "hanya akan dilakukan setelah proses penonaktifan senjata selesai, sebagaimana yang telah dijanjikan Hamas kepada para mediator".

Dengan demikian, meskipun Israel nantinya melakukan penarikan pasukan berdasarkan rencana tersebut, Israel masih akan mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah Gaza berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang didorong Trump pada Oktober lalu.

Hamas pada Senin malam juga menyatakan mereka tetap berpegang pada kesepakatan yang telah dicapai terkait pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata.

Sebagaimana dilansir Kantor berita AFP, kelompok tersebut menyatakan sedang menunggu "respons yang jelas dan resmi" dari Mladenov dan para mediator terkait kesepakatan yang telah dibuat.

Kesenjangan sikap Trump dan Netanyahu

Perselisihan mengenai penarikan pasukan Israel tersebut menjadi tanda terbaru adanya perbedaan pandangan antara Trump dan Netanyahu terkait masa depan Gaza.

Israel sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap dokumen Board of Peace yang diterbitkan pada Kamis.