Ikan Purba Coelacanth Temuan Gorontalo Masih Diteliti, Ini Penjelasan Ilmuwan

Ikan Purba Coelacanth Temuan Gorontalo Masih Diteliti, Ini Penjelasan Ilmuwan

MANADO, KOMPAS.com - Lebih dari satu tahun setelah ditemukan di perairan Gorontalo Utara, ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) masih menjadi objek penelitian para ilmuwan. 

Berbagai bagian tubuh spesies langka yang dijuluki "fosil hidup" itu terus diteliti untuk mengungkap informasi ilmiah yang belum banyak diketahui.

Penelitian dilakukan terhadap spesimen Coelacanth yang ditemukan nelayan di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Januari 2025. Hingga kini, kondisi spesimen masih terjaga dengan baik.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Ir Kawilarang W.A. Masengi, mengatakan penelitian tidak hanya berfokus pada satu bagian tubuh, melainkan mencakup berbagai aspek biologis ikan tersebut.

Teliti Genetika hingga Anatomi

Masengi menjelaskan, tim peneliti saat ini masih melakukan serangkaian kajian terhadap genetika, kandungan isi perut, sisik, lubang hidung, hingga struktur kepala Coelacanth.

"Masih dalam keadaan segar dan sementara dilakukan penelitian genetika, kandungan isi perut, sisik, lubang hidung, bentuk kepala dilihat dari dalam menggunakan alat endoskopis," kata Masengi, dikutip dari Tribun Manado, Jumat (26/6/2026).

Selain menggunakan endoskopi, peneliti juga memanfaatkan teknologi CT-Scan untuk melihat struktur anatomi bagian dalam tanpa merusak spesimen.

Menurut Masengi, metode tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih lengkap mengenai karakteristik biologis Coelacanth.

Penting bagi Dunia Ilmu Pengetahuan

Masengi mengatakan penelitian terhadap Coelacanth memiliki nilai penting karena spesies tersebut merupakan salah satu ikan paling langka di dunia.

Coelacanth diketahui telah menghuni bumi sekitar 400 juta tahun dan mampu bertahan melewati berbagai peristiwa kepunahan massal. 

Karena itu, setiap spesimen yang ditemukan menjadi sumber data berharga bagi para peneliti.

Saat ini, spesimen temuan Gorontalo berada dalam penanganan Manajemen Cagar Biosfer Bunaken-Tangkoko-Minahasa.

Berbagai hasil penelitian nantinya diharapkan dapat mengungkap informasi baru mengenai genetika, pola makan, hingga karakteristik anatomi spesies tersebut.

Penemuan Baru di Siladen

Penelitian terhadap Coelacanth temuan Gorontalo masih berlangsung ketika spesies yang sama kembali ditemukan di perairan Pulau Siladen, Kota Manado, pada Jumat (26/6/2026).

Ketua International Coelacanth Research Center and Museum, Prof Ir Kawilarang W.A. Masengi, membenarkan penemuan terbaru tersebut.

"Iya benar," kata Masengi.

Menurut dia, setelah menerima laporan dari masyarakat, spesimen Coelacanth itu langsung dijemput oleh Balai Taman Nasional Bunaken dan dititipkan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk penanganan lebih lanjut.

Temuan terbaru tersebut menambah daftar kemunculan Coelacanth di Sulawesi Utara, setelah sebelumnya spesies yang sama ditemukan di Gorontalo Utara pada Januari 2025 dan masih menjadi objek penelitian hingga sekarang.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Bagian Ikan Purba Coelacanth Manado yang Diteliti Ilmuwan Sampai Sekarang, Ditemukan 2025 dan Ikan Purba Coelacanth Ditemukan Mengapung di Perairan Pulau Siladen Manado, Langsung Diamankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang