17 Gol Offside di Piala Dunia 2026 Seharusnya Sah? FIFA Bakal Bahas Aturan "Daylight Offside"

17 Gol Offside di Piala Dunia 2026 Seharusnya Sah? FIFA Bakal Bahas Aturan "Daylight Offside"

KOMPAS.com – Perdebatan mengenai aturan offside kembali mencuat pada Piala Dunia 2026.

Liga Premier Kanada (Canadian Premier League/CPL) mengungkapkan, ada 17 gol yang dianulir karena offside di turnamen tersebut yang seharusnya dinyatakan sah apabila menggunakan aturan "daylight offside" yang sedang diuji coba bersama FIFA.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada laga babak 32 besar antara Portugal dan Kroasia di Toronto, Jumat (3/7/2026) mulai pukul 06.00 WIB.

Dalam pertandingan yang dimenangi Portugal 2-1 itu, gol Cristiano Ronaldo dan Petar Sucic sama-sama dianulir karena offside. Menurut CPL, kedua gol tersebut akan tetap sah apabila menggunakan aturan "daylight offside".

Wakil Presiden Eksekutif CPL, Costa Smyrniotis, mengatakan Piala Dunia 2026 akan menjadi bahan evaluasi penting dalam pembahasan FIFA mengenai masa depan aturan offside.

"Ini akan menjadi diskusi yang menarik setelah Piala Dunia bersama FIFA. Kami akan melihat hasil uji coba di liga kami, lalu menggabungkannya dengan berbagai temuan dari Piala Dunia," ujar Smyrniotis, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan, setelah masa uji coba di CPL selesai pada akhir musim, akan diputuskan apakah aturan tersebut layak diterapkan secara permanen.

Apa itu aturan "daylight offside"?

Aturan "daylight offside" merupakan usulan yang diperkenalkan mantan pelatih Arsenal sekaligus Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger.

Dalam aturan saat ini, seorang pemain dinyatakan offside apabila bagian tubuh yang dapat digunakan untuk mencetak gol berada sedikit saja di depan bek kedua terakhir.

Sementara dalam konsep "daylight offside", penyerang baru dianggap offside apabila terdapat jarak atau celah yang jelas (daylight) antara dirinya dan bek terakhir.

Artinya, selama masih ada bagian tubuh penyerang yang sejajar atau berada di belakang bek kedua terakhir, pemain tersebut tetap dianggap berada dalam posisi onside.

Tujuan aturan ini adalah memberikan keuntungan lebih besar kepada penyerang sehingga tercipta lebih banyak peluang dan gol.

Gol Ronaldo jadi sorotan

Salah satu contoh yang menjadi perhatian terjadi ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol penyama kedudukan ke gawang Kroasia.

Penyerang berusia 41 tahun itu berhasil mencungkil bola melewati kiper Kroasia. Namun, selebrasinya terhenti setelah hakim garis mengangkat bendera offside.

Pemeriksaan VAR kemudian mengonfirmasi keputusan tersebut. Tayangan ulang menunjukkan Ronaldo hanya berada sedikit di depan bek kedua terakhir, tepatnya karena posisi bahunya.