Jakarta, Beritasatu.com – Kepergian pemain bas Pas Band, Trisno, meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan satu bandnya termasuk Sandy, sang penggebuk drum. Sandy mengungkapkan, kondisi kesehatan Trisno telah drastis menurun dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sebelum meninggal dunia, fungsi ginjal Trisno disebut hanya tersisa sekitar 5%.
Sandy mengaku sempat memiliki firasat buruk setelah mengetahui penyakit yang diderita sahabatnya tersebut. Ia mengungkapkan, sekitar 2 pekan sebelum meninggal, Trisno mulai mengeluhkan sakit kepala, pusing, hingga mengalami pembengkakan pada kaki.
"Dua minggu lalu, Kang Trisno sempat mengeluh sakit di bagian kepala dan pusing. Kondisi kakinya bengkak. Di situ kita sempat bilang agar diperiksakan ke dokter, namun beliau menolak meskipun kondisi kesehatannya memang sudah menurun beberapa bulan belakangan," ujar Sandy, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (1/8/2026).
Setelah akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan, hasil diagnosis dokter membuat keluarga dan rekan-rekannya terkejut.
"Setelah berhasil dibujuk akhirnya dia periksa dan ternyata dia mengalami gagal ginjal dan fungsi organ ginjalnya yang tersisa tinggal 5%. Di situ yang bikin kita semua kaget," tambahnya.
Sebelum menjalani pemeriksaan medis, Trisno diketahui rutin mengonsumsi obat-obatan yang diduga untuk mengatasi gangguan pada organ hati. Selain mengalami gagal ginjal, tim dokter juga menemukan dua sumbatan pada pembuluh darah di bagian kepala yang berisiko memicu strok. Kondisi tersebut membuat Trisno harus menjalani operasi.
"Selain itu, pas diperiksa dokter juga menemukan dua sumbatan di pembuluh darahnya di bagian kepala yang berisiko memicu strok makanya kemudian dioperasi bagian kepalanya," jelas Sandy.
Menurut Sandy, operasi yang dijalani Trisno berjalan lancar. Namun, setelah tindakan tersebut, Trisno kerap mengalami kejang yang disebut sebagai efek pascaoperasi. Kondisi itu membuat kesehatannya terus menurun.
"Di situ kami dan keluarga beliau akhirnya ambil keputusan untuk membatasi waktu teman-teman yang mau besuk karena meski dia bahagia, tetapi setelah itu kejang karena kurang istirahat. Makanya kita batasi dan kondisi itu dijaga oleh keluarga, adik iparnya dan juga Kang Beng Beng yang memang tinggal di Bandung," tandasnya.
Trisno meninggal dunia di RS Hermina Pasteur, Sabtu (1/8/2026) pada pukul 14.30 WIB. Ia mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 55 tahun.