JAKARTA, KOMPAS.com – Di segmen SUV bongsor, Ford Everest masih menjadi salah satu model yang punya penggemar tersendiri di pasar mobil bekas.
Meski usia sebagian unit sudah lebih dari 10 tahun, SUV ladder frame ini tetap banyak dipakai berkat karakter mesin diesel yang dikenal tangguh serta kabin yang luas untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Di pasar mobil bekas, Ford Everest juga cukup menarik karena menawarkan dimensi besar dan kemampuan jelajah yang masih relevan hingga sekarang.
Tidak sedikit pemilik yang mempertahankan kendaraan ini selama bertahun-tahun karena dinilai masih nyaman dan biaya perawatannya relatif bisa diprediksi.
Heru dari Eyna Motor, bengkel spesialis Ford di Ciputat, Tangerang Selatan, mengatakan secara umum Ford Everest bukan termasuk model yang memiliki masalah bawaan yang menonjol.
“Ford Everest sebenarnya bisa dibilang tidak punya isu yang menonjol. Tidak ada masalah atau hal-hal yang aneh," ujar Heru yang ditemui di lokasi, Jumat (26/6/2026).
Menurut Heru, adapun yang perlu diperhatikan ialah kondisi kaki-kaki yang mulai memerlukan perhatian. Namun itu hal wajar mengingat sebagian besar Everest yang beredar saat ini sudah berumur.
Komponen seperti bushing, shockbreaker, hingga bagian penyangga suspensi memang umumnya mulai mengalami keausan seiring usia kendaraan.
"Umumnya hanya melakukan servis rutin seperti biasa. Kalaupun ada perbaikan, paling pada bagian kaki-kaki dan itu biasanya lebih dipengaruhi faktor usia kendaraan,” kata Heru.
Mesin
Bagi calon pembeli, salah satu hal yang perlu dipahami sebelum meminang Ford Everest bekas adalah perbedaan generasi mesin dieselnya.
Edi Artanto, Kepala Bagian Suku Cadang bengkel spesialis Ford Auto Solution (FAS) di Cirendeu, Tangerang Selatan, pernah menjelaskan bahwa Ford Everest diesel hadir dengan dua tipe mesin yang bisa dibedakan berdasarkan tahun produksi.
“Everest ada dua tipe (diesel), ada TDCI dan ada TDI, keduanya ada perbedaan. TDI cenderung dari 2006 ke bawah tanpa common rail, sedangkan 2006 ke atas TDCI sudah common rail,” ujarnya.
Secara sederhana, TDCI merupakan singkatan dari Turbocharged Diesel Common Rail Injection, sedangkan TDI adalah Turbocharged Direct Injection.
Perbedaan
Perbedaan paling utama ada pada sistem suplai bahan bakar. Mesin common rail pada TDCI bekerja lebih modern karena mampu mengatur penyemprotan bahan bakar dengan lebih presisi.
Hasilnya konsumsi bahan bakar dan performanya lebih optimal.
Sementara Everest generasi lama dengan mesin TDI memiliki konstruksi yang lebih sederhana sehingga dari sisi perawatan umumnya lebih mudah dan jumlah komponennya lebih sedikit.
Namun dari sisi tenaga dan efisiensi, teknologi TDCI menawarkan keunggulan lebih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangUnduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app