FIFA ingin tiba-tiba mengubah satu aturan: perubahan tersebut harus mulai berlaku sebelum babak gugur di Piala Dunia

FIFA ingin tiba-tiba mengubah satu aturan: perubahan tersebut harus mulai berlaku sebelum babak gugur di Piala Dunia

FIFA berencana untuk melakukan perubahan terkait adu penalti sebelum babak gugur Piala Dunia dimulai. Hal ini dilaporkan, antara lain, oleh Martyn Ziegler, jurnalis The Times. Perubahan tersebut diharapkan dapat membuat prosesnya lebih adil. 

Saat ini, dalam adu penalti, terlebih dahulu dilakukan undian untuk menentukan gawang mana yang akan digunakan, kemudian dilanjutkan dengan undian untuk menentukan urutan penendang. Dalam praktiknya, hal ini dapat berarti bahwa satu tim bisa mendapatkan keuntungan pada dua kesempatan berbeda, yang telah lama menjadi bahan perdebatan di dunia sepak bola.

Skenario tersebut baru-baru ini kembali terlihat dalam final Liga Champions. Achraf Hakimi berhasil memenangkan undian pertama dan kedua, sehingga menurut para ahli, Paris Saint-Germain memiliki keunggulan yang signifikan. Pada akhirnya, tim Prancis itu pun berhasil menang atas Arsenal. 

Perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk membuat adu penalti menjadi lebih adil. FIFA dan IFAB, komisi peraturan permainan internasional, sedang meneliti sistem di mana hanya tersisa satu momen lemparan koin penentu. 

Dalam sistem tersebut, pihak yang menang dapat memilih antara mengambil tendangan penalti pertama atau keuntungan gawang. Pihak yang kalah kemudian secara otomatis mendapatkan pilihan lainnya, mirip dengan tendangan awal sebelum setiap pertandingan. 

Belum jelas seberapa cepat perubahan ini dapat diterapkan, meskipun FIFA ingin melakukannya selama Piala Dunia saat ini. Jika demikian, hal itu harus dilakukan sebelum hari Minggu, ketika pertandingan pertama babak gugur sudah dijadwalkan. 

Perubahan ini tidak mungkin diterapkan selama babak gugur berlangsung. Jika FIFA tidak dapat memenuhi tenggat waktu hari Minggu, ide ini harus ditunda.