Erick Thohir Dukung Penuh Infantino: Sepak Bola Indonesia Butuh Bantuan Nyata

Erick Thohir Dukung Penuh Infantino: Sepak Bola Indonesia Butuh Bantuan Nyata

KOMPAS.com — Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, kembali menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif terbaru Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Langkah kontroversial FIFA ini bertujuan mengomersialkan sebagian hak komersial turnamen FIFA dengan dalihi melipatgandakan pendanaan pengembangan sepak bola bagi seluruh asosiasi anggota (Member Associations) di seluruh dunia.

Merespons dinamika tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI berada di pihak Gianni Infantino dan memandang rencana ini sebagai langkah krusial yang harus dilanjutkan demi masa depan sepak bola lebih inklusif.

Menurutnya, Indonesia secara historis dan operasional membutuhkan dukungan nyata dari federasi tertinggi sepak bola dunia tersebut.

"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ujar Erick Thohir.

"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun."

Pernyataan Erick Thohir ini disampaikan kepada media sekitar satu jam setelah AFC menyatakan bahwa mereka berdiri dengan UEFA (Eropa) dan CAF (Afrika) dalam menolak dengan tegas rencana Infantino tersebut.

Fondasi Kemitraan dan Kebutuhan Bantuan Nyata

Erick Thohir, yang saat itu secara pribadi turut berperan aktif menjembatani komunikasi dengan FIFA sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam lanskap sepak bola global.

Dengan basis massa sebanyak 73 persen penduduk yang menggemari sepak bola, Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai konsumen pasif.

Sebaliknya, besarnya antusiasme tersebut menjadi alasan mendasar mengapa Indonesia memerlukan uluran tangan dan keterlibatan aktif dari lembaga internasional untuk membenahi ekosistem olahraga nasional.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di sela-sela rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025) waktu setempat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di sela-sela rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025) waktu setempat.

"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil," ujarnya.

"Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market," tegas Erick.

"Itulah mengapa kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini."

Akselerasi Transformasi dan Investasi Ekosistem

Bagi PSSI, inisiatif FFE sejalan dengan visi transformasi sepak bola nasional yang membutuhkan investasi besar untuk pembangunan infrastruktur, sistem pembinaan usia dini, hingga peningkatan daya saing tim nasional di panggung internasional.

Hadirnya program pendanaan dan pendampingan berkelanjutan dari FIFA dipandang sebagai akselerator utama bagi negara-negara berkembang yang sedang membangun fondasi sepak bolanya.