Dulu Menumpuk, Kini Warga Pasirlangu Lenyapkan 80 Liter Sampah dalam 10 Menit

Dulu Menumpuk, Kini Warga Pasirlangu Lenyapkan 80 Liter Sampah dalam 10 Menit


KOMPAS.com – Bertahun-tahun warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hidup berdampingan dengan persoalan sampah yang tak kunjung terselesaikan.

Minimnya petugas pengangkut dan terbatasnya fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) membuat sampah rumah tangga kerap menumpuk di lingkungan permukiman.

Setiap rumah menghasilkan sekitar 4 hingga 5 kilogram sampah setiap pekan.

Tanpa sistem pengangkutan yang teratur, sebagian warga memilih membakar sampah secara terbuka, membuangnya ke saluran air, bahkan meninggalkannya di pinggir jalan.

Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

 

Kini, persoalan itu perlahan mulai teratasi setelah Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Rumah Amal Salman menyalurkan sebuah incinerator untuk mengolah sampah rumah tangga, terutama sampah plastik.

Sejak mulai dioperasikan pada 22 Juni 2026 di TPS3R Kapas Nirmala RW 10, pengelolaan sampah dilakukan lebih terjadwal.

Pengoperasiannya melibatkan pemuda Karang Taruna dengan jadwal pembakaran dua kali sehari, yakni pagi dan sore.

Dalam sehari, incinerator mampu mengolah sekitar 9 hingga 10 kilogram sampah plastik sehingga tumpukan sampah yang sebelumnya berserakan mulai berkurang.

Lingkungan Mulai Bersih

Ketua RW 10 Desa Pasirlangu, Darman Suhendar, mengatakan kehadiran incinerator mulai memberikan perubahan terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya.

"Meski baru dimanfaatkan di RW 10, setidaknya lingkungan menjadi lebih bersih. Sampah tidak lagi banyak berceceran karena pengelolaannya lebih terjadwal," katanya.

Menurut Darman, proses pembakaran juga lebih efisien dibandingkan cara sebelumnya. Asap pembakaran dialirkan melalui cerobong sehingga tidak langsung menyebar ke lingkungan.

"Sejak ada bantuan incinerator, membakar sampah menjadi lebih efisien. Sampah lebih mudah habis terbakar dan asapnya terpusat di cerobong," ujarnya.

Sampah Plastik Habis Terbakar dalam 10 Menit

Teknisi Laboratorium Metrologi Industri FTMD ITB, Yunus, menjelaskan incinerator tersebut dirancang sebagai solusi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.

Alat berbobot sekitar 170 hingga 200 kilogram itu menggunakan lapisan semen tahan api (castable) yang mampu mempertahankan suhu pembakaran hingga sekitar 500 derajat celsius.