DPR Sahkan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

DPR Sahkan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

Jakarta, CNN Indonesia --

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui permohonan pemberian status Kewarganegaraan Republik Indonesia (WNI) atau naturalisasi bagi dua pesepakbola keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker.

Keputusan tersebut diketok dalam sidang yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Sidang tertinggi legislatif tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Proses pengesahan berjalan mulus setelah seluruh anggota dewan yang hadir menyatakan kesepakatannya secara bulat.

Persetujuan ini diambil setelah Puan Maharani memaparkan hasil rekomendasi dan pembahasan yang telah dilakukan oleh komisi terkait di DPR.

"Berdasarkan hasil pembahasan Komisi X dan XIII, DPR RI memutuskan menyetujui pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Saudara Luke Vickery dan Saudara Mitchell Baker," ujar Puan di hadapan forum sidang.

Puan kemudian melemparkan pertanyaan kepada forum untuk meminta persetujuan akhir dari para anggota dewan. "Apakah permohonan pemberian pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Saudara Luke Vickery dan Mitchell Baker dapat disetujui?" tanya Puan, yang langsung disambut seruan kompak "setuju" dari para peserta rapat.

Sebelum dibawa ke tingkat rapat paripurna, berkas administrasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery sudah lebih dulu mengantongi lampu hijau dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja yang digelar pada Senin (15/6) lalu.

Agenda prapersetujuan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, serta dihadiri langsung oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang didampingi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Vivin Cahyani Sungkono.

Erick Thohir menegaskan bahwa kehadiran dua pemain muda ini memiliki nilai strategis yang besar untuk masa depan sepak bola tanah air. Keduanya dinilai membawa kualitas yang mampu meningkatkan standar kompetisi, baik di level klub maupun tim nasional.

"Mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional. Mereka berkeinginan menjadi warga negara Indonesia (WNI) karena ingin berkontribusi dalam memperkuat timnas Indonesia," tutur Erick.