Downtime Jadi Ancaman Operasional, Industri Mulai Beralih ke Solusi Hybrid Cloud

Downtime Jadi Ancaman Operasional, Industri Mulai Beralih ke Solusi Hybrid Cloud

Pantau - Gangguan sistem atau downtime masih menjadi tantangan utama bagi industri yang mengandalkan sistem digital karena berpotensi menghambat operasional, menurunkan produktivitas, hingga memicu kerugian finansial, sehingga perusahaan mulai mengadopsi solusi hybrid cloud untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur teknologi informasi.

Downtime Berpotensi Timbulkan Kerugian Besar

VP of Marketing Biznet Gio Hari Syah Agam mengatakan downtime tidak lagi hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga terhadap keberlangsungan operasional perusahaan.

Ia mengungkapkan, "Dalam lingkungan bisnis yang semakin mengandalkan sistem digital, downtime tidak lagi hanya berdampak pada sistem TI, tetapi juga pada keberlangsungan operasional perusahaan."

Hari menjelaskan percepatan transformasi menuju smart manufacturing membuat perusahaan semakin bergantung pada sistem digital untuk mendukung proses produksi dan operasional.

Berdasarkan laporan The True Cost of Downtime 2024, rata-rata pabrik besar pada sektor industri yang diteliti berpotensi mengalami kerugian hingga USD253 juta per tahun akibat unplanned downtime.

Kerugian tersebut meliputi terhentinya proses produksi, hilangnya pendapatan, biaya tenaga kerja, perbaikan darurat, hingga keterlambatan pemenuhan pesanan.

Hybrid Cloud Jadi Solusi Ketahanan Infrastruktur

Hari mengatakan adopsi hybrid cloud mulai meningkat seiring kebutuhan perusahaan membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan mengurangi ketergantungan pada satu lingkungan sistem.

Temuan Flexera 2026 State of the Cloud Report menunjukkan sebanyak 73 persen organisasi telah mengadopsi hybrid cloud.

Biznet Gio bersama Rainer Server dari Indo Mega Vision menghadirkan GIO Hybrid Cloud Infrastructure yang mengintegrasikan lingkungan cloud dan on-premise untuk mendukung business continuity dan disaster recovery.

Hari mengungkapkan, "GIO Hybrid Cloud Infrastructure membantu perusahaan membangun lapisan redundansi agar operasional tidak bergantung pada satu lingkungan infrastruktur."

Managing Director Indo Mega Vision Sugiyanto Sutikno mengatakan, "Melalui kolaborasi Rainer Server dan Biznet Gio, kami menghadirkan solusi Hybrid Cloud yang menggabungkan keandalan on-premise dengan skalabilitas cloud guna menjamin ketahanan serta efisiensi investasi IT perusahaan."