Donald Trump Bantah Bicara dengan Presiden FIFA soal Rencana Penjualan Saham

Donald Trump Bantah Bicara dengan Presiden FIFA soal Rencana Penjualan Saham

KOMPAS.com - Presiden AS, Donald Trump, menepis kabar yang menyebutkan dirinya telah berdiskusi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana pelepasan sebagian saham kepada pemodal asing.

Melansir dari Reuters, pernyataan ini disampaikan Trump kepada para wartawan saat berada di Camp David pada hari Jumat (31/7/2026).

Sebelumnya pada hari Selasa, FIFA mengumumkan wacana untuk mendirikan sebuah anak perusahaan senilai 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 361,6 triliun).

Entitas baru ini rencananya akan bertugas mengelola turnamen besar, dengan opsi penawaran saham hingga 20 persen bagi investor eksternal.

Hubungan antara Donald Trump dan Gianni Infantino memang diketahui cukup akrab, terutama setelah penyelenggaraan turnamen Piala Dunia FIFA di Amerika Serikat pada musim panas ini.

Di sisi lain, FIFA menyebutkan bahwa sebuah perusahaan yang didirikan oleh Joshua Kushner, saudara laki-laki dari Jared Kushner, menantu sang presiden, diproyeksikan bakal memimpin konsorsium investor dalam rencana tersebut.

Respons Gianni Infantino atas Gelombang Kritik

Wacana komersialisasi ini sontak memicu penolakan keras dari berbagai federasi regional, termasuk UEFA, yang merasa terkejut dengan gagasan pelibatan pihak swasta dalam tata kelola sepak bola.

Menanggapi situasi ini, Infantino berpendapat bahwa rencana tersebut masih berupa usulan guna memperkuat sektor komersial yang dianggapnya sebagai bagian dari evolusi olahraga.

"Ini adalah bagian dari proses demokrasi, sebuah proses konsultasi, dan, yang terpenting, ini adalah sebuah kesempatan tetapi bukan sebuah kewajiban, dan, seperti yang saya katakan, ini memulai proses konsultasi," kata Infantino pada Kamis (30/7/2026) dikutip dari Reuters.

Organisasi ini memang dikenal memiliki aliran dana jumbo yang bersumber dari hak siar televisi, sponsor, hingga kemitraan komersial.

Meski demikian, Infantino berjanji bahwa penggemar akan selalu dipertahankan sebagai elemen terpenting, dan kepemimpinan tidak akan disetir oleh pihak luar.

"FIFA jelas terus mengatur sepak bola tanpa campur tangan eksternal apa pun," kata Infantino.

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.
Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.

"Dan turnamen unggulan yang diselenggarakannya, seperti Piala Dunia FIFA atau Piala Dunia Wanita FIFA, akan selalu tetap ada," pungkasnya.

Kritik Tajam dari Sepp Blatter

Mantan Presiden federasi, Sepp Blatter, turut menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap wacana penerusnya.

Tokoh berusia 90 tahun yang pernah memimpin selama 17 tahun hingga 2015 itu menilai bahwa komersialisasi olahraga telah didorong secara berlebihan.