Deschamps meluapkan emosinya setelah kepergiannya: Suasana di sini tak tertahankan... Saya pergi demi kepentingan Prancis

Deschamps meluapkan emosinya setelah kepergiannya: Suasana di sini tak tertahankan... Saya pergi demi kepentingan Prancis

Pelatih asal Prancis itu menjelaskan alasan kepergiannya dari Les Bleus

Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis, mengungkapkan alasan kepergiannya dari jabatan pelatih Les Bleus, setelah berakhirnya perjalanan tim tersebut di Piala Dunia 2026.

Timnas Prancis kalah dari Spanyol (2-0) di semifinal Piala Dunia, serta menelan kekalahan dari Inggris dalam pertandingan perebutan tempat ketiga (6-4), dini hari Minggu ini.

Keputusan Deschamps untuk mundur setelah Piala Dunia ini sebenarnya sudah diketahui sejak lebih dari setahun yang lalu, dan Zinedine Zidane diperkirakan akan mengambil alih kepelatihan timnas Prancis pada periode mendatang.

Deschamps, yang memimpin Les Bleus sejak 2021, mengungkapkan alasan kepergiannya dalam wawancara dengan saluran televisi Prancis M6. Ia menjelaskan bahwa ia memilih mundur dari jabatannya terutama untuk melindungi timnas Prancis, karena merasa kehadirannya telah menjadi sasaran kritik tajam.

Ia menambahkan, seperti dilansir oleh "Foot Mercato": "Saya yang mengendalikan kepergian saya karena saya sendiri yang mengambil keputusan ini. Saya memutuskan bahwa ini harus berakhir di sini. Dan jika saya telah mengambil keputusan ini, saya katakan dengan jujur, ini bukan untuk kepentingan saya, melainkan demi kepentingan timnas Prancis."

Dia melanjutkan: “Saya belum pernah mengatakannya sampai sekarang, tapi saya akan jujur kepada kalian, keputusan saya ini bukan untuk kepentingan saya sendiri. Karena suasananya sudah tak tertahankan, dan semua perhatian tertuju pada saya. Timnas Prancis tidak pantas diperlakukan seperti itu. Ini bukanlah keputusan yang terburu-buru, melainkan sesuatu yang telah saya pikirkan dengan matang. Sejak saya mengumumkan pengunduran diri saya, segalanya menjadi jauh lebih baik bagi tim nasional Prancis.”

Pelatih berusia 57 tahun itu menjelaskan bahwa ia sebenarnya bisa saja tetap bersama tim nasional Prancis jika benar-benar menginginkannya, bahkan sudah mulai merencanakan masa depannya, tetapi ia ingin melakukan segala sesuatunya dengan cara yang terbaik.

Ia menambahkan: “Saya suka memegang kendali, dan memang begitu yang terjadi. Saya bisa saja melanjutkan, tapi saya tidak menginginkannya. Saya bisa saja mengambil keputusan mengenai masa depan saya sebelum Piala Dunia, atau selama turnamen berlangsung. Namun tidak, karena saya sangat menghormati tim nasional Prancis. Dan segala sesuatu ada waktunya.”

Dia menambahkan: “Saya akan memberi diri saya waktu yang cukup untuk pulih, tapi saya juga tidak akan berdiam diri. Saya beruntung, berkat sepak bola dan tim nasional Prancis, karena saya memiliki kebebasan dan pilihan. Dan dengan segala kerendahan hati, saya memiliki beberapa tawaran. Jadi, saya akan mempertimbangkannya dengan cermat.”

Pelatih tersebut juga menegaskan kembali bahwa kepentingan institusi harus selalu didahulukan daripada kepentingan individu, dengan mengatakan: “Timnas Prancis di atas segalanya. Ini bukan milik saya. Saya telah mengabdi padanya selama 14 tahun.”

Deschamps juga menegaskan bahwa ia akan menjauhkan diri dari tim nasional untuk memberikan ruang bagi penggantinya, dan menyatakan: “Saya akan menahan diri untuk tidak berbicara tentang tim nasional Prancis mulai malam ini.”

Deschamps berhasil membawa timnas Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, serta mencapai final pada edisi terakhir tahun 2022.