Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Pacar di Bandung

Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Pacar di Bandung

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gelar sayembara Rp250 juta untuk tangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan wanita di Bandung. Dedi mengaku akan memberi hadiah bagi siapapun yang memberikan informasi valid mengenai keberadaan Taufik serta membantu penangkapannya.

Seperti diketahui, baru-baru ini publik dihebohkan dengan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan seorang wanita di Bandung berinisial YTR (29). YTR mengaku disekap oleh kekasihnya yang bernama Taufik Hidayat.

Tak hanya disekap, YTR mengaku dianiaya selama kurang lebih tiga tahun hingga seluruh tubuhnya mengalami luka yang sangat parah. Ia juga kehilangan penglihatan hingga bibir bagian atas pun turut hilang.

Mendengar kasus itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi geram tak karuan. Bahkan, Dedi Mulyadi gelar sayembara Rp250 juta untuk tangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan wanita di Bandung.

Pengumuman itu disampaikan Dedi di akun Instagramnya @dedimulyadi71 pada (23/06/2026). Di unggahan itu, Dedi mengaku miris dengan peristiwa penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung.

Dedi mengaku tidak tega saat melihat kondisi korban yang sudah tidak bisa melihat lagi hingga tubuhnya melepuh dan rusak.

“Kepada seluruh warga Jabar dan warga Indonesia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat."

"Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gelar sayembara Rp250 juta untuk tangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan wanita di Bandung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gelar sayembara Rp250 juta untuk tangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan wanita di Bandung.

Instagram @dedimulyadi71

Pria yang akrab disapa KDM ini juga mengaku sangat marah dengan pelaku yang bernama Taufik Hidayat. Saking marahnya, Dedi sampai menggelar sayembara bagi siapapun yang bisa menemukan Taufik Hidayat yang kini jadi buronan polisi.

Dedi mengaku akan memberikan hadiah Rp250 juta bagi siapapun yang bisa menemukan keberadaan Taufik Hidayat. Meski sudah yakin dengan kinerja polisi, Dedi berharap Taufik bisa segera ditemukan.

PROMOTED CONTENT

“Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” ujarnya.

"Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp 250 juta,” sambungnya.

Di akhir kalimatnya, Dedi juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jabar. Tak lupa, Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengajak masyarakat menemukan Taufik Hidayat.

“Saya ucapkan terima kasih pada jajaran Polda Jabar. Mari kita bersama terus menangkap saudara Taufik Hidayat si biadab ini,” tuturnya.

Dedi Mulyadi gelar sayembara Rp250 juta untuk tangkap Taufik Hidayat, netizen langsung heboh. Banyak yang berterima kasih dengan Dedi Mulyadi yang juga berusaha mencari keberadaan Taufik Hidayat.

"YA ALLAH bapak terimakasih banyak," tulis akun @m_***.

"Gak bakal lari jauh nih orang sudah pasti pelabuhan dan bandara di awasi , modal juga gak ada, perkiraan masih di daerah Jabar,nyamar dan pindah pindah tempat pantau aja gubug/rumah² kosong/Bangli,buat sembunyi dia. Insyaallah mudah mudahan rezeki saya 250juta," tambah akun @agus***.

"Yaa Allah Biadab DPO Taufik Hidayat segera ketangkap. Hayuuu wargiii semuanya," tambah akun @tri***.

Seperti diketahui, Taufik Hidayat (30), terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diterbitkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Jabar. Pihak kepolisian membentuk tim khusus untuk memburunya.

Ia diduga melakukan penganiayaan dan menyekap korban di sebuah indekos di Cileunyi, Kabupaten Bandung selama hampir 3 tahun, yang mengakibatkan korban mengalami kebutaan dan luka berat. (*)

PROMOTED CONTENT