Daya Juang Peserta Hyrox Tumbuhkan Ikatan Sosial yang Suportif

Daya Juang Peserta Hyrox Tumbuhkan Ikatan Sosial yang Suportif

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi kebugaran hybrid belakangan ini sukses mencuri perhatian para pegiat olahraga di Tanah Air.

Dari sekadar rutinitas berlari atau mengangkat beban, kini banyak orang berbondong-bondong menantang batasan fisik mereka dalam ajang yang menggabungkan keduanya, yakni Hyrox.

Tingginya partisipasi masyarakat memunculkan pertanyaan mengenai apa daya tarik utamanya. Ketika Hyrox mulai ramai di Indonesia, dorongan untuk mengikuti tren atau fear of missing out (FOMO), ditambah dengan kemudahan pembuatan konten di media sosial, rupanya memainkan peranan besar.

"Hyrox itu sangat gampang buat dikontenin, dari segi foto, orang bikin video, karena areanya kan tertutup dibanding sama maraton yang dapat fotonya cuma sekilas-sekilas," tutur Timothy Tjahja, pemilik F45 Semarang sekaligus pemegang Rekor Nasional Mixed Doubles Hyrox, di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Daya tarik Hyrox yang sedang naik daun

Atlet Hyrox dari tim Hystoric, pasangan suami istri Timothy Tjahja dan Gladys Fabiola, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Atlet Hyrox dari tim Hystoric, pasangan suami istri Timothy Tjahja dan Gladys Fabiola, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Berbagi ikatan emosional karena saling berjuang

Lebih jauh dari sekadar mengejar konten, perlombaan ini ternyata menawarkan ikatan emosional dari perjuangan yang dilakukan bersama.

Format perlombaannya yang variatif memungkinkan para peserta bertanding secara berpasangan maupun beregu, tidak melulu sendirian.

"Rasanya tuh semua orang bisa finish dan bisa mencapai sesuatu, yang semua orang bisa sharing joy ini bersama," ujar atlet Hyrox dari tim Hystoric buatan Hypefast ini.

Inklusif untuk semua tingkat kebugaran

Pegiat Hyrox Gladys Fabiola, yang menorehkan rekor nasional bersamanya dengan catatan waktu 1 jam 3 menit, melihat sisi lain yang tak kalah memikat dari tren olahraga ini.

Menurutnya, daya pikat ajang olahraga ini terletak pada sifatnya yang sangat inklusif bagi semua tingkat kebugaran.

"Aku suka Hyrox karena menurut aku Hyrox bisa buat semua orang. Enggak harus kamu atlet atau kamu mantan atlet, tapi benar-benar terbuka buat semua orang soalnya Hyrox bisa dilatih," tutur Gladys.

Punya lingkaran komunitas yang suportif

Mantan atlet golf nasional yang kini menjadi atlet Hyrox dari tim Hystoric, Gavrilla Arya, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Mantan atlet golf nasional yang kini menjadi atlet Hyrox dari tim Hystoric, Gavrilla Arya, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Sifat kompetisi yang terbuka tersebut memfasilitasi bertemunya berbagai individu dengan latar belakang profesi berbeda. Mereka berkumpul, berlatih, dan perlahan membangun ekosistem sosial yang saling mendukung.

Gavrilla Arya, mantan atlet golf nasional yang kini menjadi pelatih purnawaktu sekaligus pendiri Full Send Community, merasakan langsung tingginya minat masyarakat untuk tergabung dalam suatu komunitas yang saling mendukung perihal olahraga.

"Peminat olahraga, fitness, hingga lari itu sebenarnya sangat banyak. Jika mereka merasa menjadi bagian dari suatu komunitas, mereka pasti akan selalu hadir dan aktif berpartisipasi," tutur dia.

Atlet Hyrox dari tim Hystoric, pasangan suami istri Timothy Tjahja dan Gladys Fabiola, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Atlet Hyrox dari tim Hystoric, pasangan suami istri Timothy Tjahja dan Gladys Fabiola, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)
Mantan atlet golf nasional yang kini menjadi atlet Hyrox dari tim Hystoric, Gavrilla Arya, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Mantan atlet golf nasional yang kini menjadi atlet Hyrox dari tim Hystoric, Gavrilla Arya, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)
Atlet Hyrox dari tim Hystoric, dr. Melanie Yudiana Iskandar, Sp.A, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Atlet Hyrox dari tim Hystoric, dr. Melanie Yudiana Iskandar, Sp.A, saat ditemui di RESET Social Club SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)