Cristiano Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya Dunia Berharta Rp21,6 T

Cristiano Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya Dunia Berharta Rp21,6 T

Jakarta, CNN Indonesia --

Cristiano Ronaldo telah memenangkan hampir semua gelar yang bisa diraih seorang pemain sepak bola. Lima trofi Liga Champions, lima Ballon d'Or, berbagai gelar liga di Inggris, Spanyol, dan Italia, sudah masuk lemari prestasinya.

Hanya satu cita-cita yang belum terwujud: mengangkat trofi Piala Dunia bersama Portugal. Sayangnya, mimpi tersebut terpaksa kandas lagi pada Piala Dunia 2026. Perjalanan Portugal terhenti di babak 16 besar usai takluk 0-1 dari Spanyol.

Namun, kegagalannya membawa Portugal mengangkat trofi Piala Dunia tak menghapus fakta bahwa Ronaldo adalah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.

Selain itu, di luar lapangan, pemain dengan nomor punggung 7 hingga dijuluki CR7 itu sebenarnya sudah memenangkan kompetisi lain yang tak kalah bergengsi: atlet dengan bayaran tertinggi di dunia.

Forbes menempatkan Ronaldo di peringkat pertama dalam daftar The World's Highest-Paid Athletes 2026. Pendapatan tahunan CR7 diperkirakan mencapai US$300 juta atau setara Rp5,4 triliun (asumsi kurs Rp18 ribu), sebelum pajak dan komisi agen.

Angka tersebut menjadikannya atlet berpenghasilan tertinggi selama empat tahun berturut-turut. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Ronaldo tembus US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,6 triliun, menjadikan ia pesepak bola terkaya dunia.

Lompatan terbesar dalam kekayaan Ronaldo bermula saat ia hijrah ke Arab Saudi. Pada akhir 2022, ia meninggalkan Eropa, 'pusat industri' sepak bola dan menerima pinangan klub Arab, Al-Nassr. Kontrak tersebut mengubah peta ekonomi olahraga dunia. Dari total pendapatan US$300 juta tahun ini, sekitar US$235 juta berasal dari kontrak Al-Nassr.

Nilai kontrak dari Al-Nasssr membuat Ronaldo tetap menjadi pesepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia, meski usianya sudah menginjak 41 tahun. Pada Juni 2026, klub memperpanjang kontraknya selama dua tahun lagi. Artinya, aliran pendapatan ratusan juta dolar dari Saudi dipastikan masih mengucur deras.

Lalu, sisa US$65 juta pendapatan tahunan Ronaldo disumbang berbagai aktivitas komersial seperti sponsor, lisensi merek, penjualan memorabilia, penampilan publik hingga investasi. Kantong uang CR7 memang tak melulu dari main bola. Ia punya mesin uang lain yang bekerja untuknya di luar lapangan hijau.

Ronaldo punya hampir 1 miliar pengikut di Instagram, Facebook, dan X. Jumlah follower itu menjadikannya salah satu figur dengan jangkauan digital terbesar di dunia.

Basis penggemar tersebut memikat banyak merek global yang rela membayar mahal agar wajah Sang Bintang muncul di produknya. Lihat saja Nike. Pada 2016, raksasa apparel olahraga itu meneken kontrak seumur hidup (lifetime deal) dengan Ronaldo. Nilainya tak diumumkan, tetapi diperkirakan sekitar US$1 miliar atau Rp18 triliun. Nike baru memberikan tiga kontrak seumur hidup, yakni kepada Michael Jordan, LeBron James dan Ronaldo.

Ronaldo juga menjadi duta berbagai merek seperti Binance, Perplexity hingga Herbalife.

Hubungan bisnis dengan Herbalife berkembang lebih jauh. Perusahaan tersebut mengungkap Ronaldo menginvestasikan sekitar US$7,5 juta atau Rp135 miliar pada anak usaha teknologi kesehatan mereka, HBL Pro2col Software LLC.

Pengumuman investasi itu sempat mendorong harga saham Herbalife terbang 18 persen. Lonjakan saham itu seolah memperlihatkan nilai Ronaldo tak cuma berasal dari kemampuannya menjual produk, tetapi juga dari kepercayaan pasar terhadap nama besarnya.

Bloomberg melaporkan Ronaldo juga memperoleh pendapatan signifikan dari berbagai perusahaan global, antara lain Armani, Binance, Castrol, Samsung, TAG Heuer, dan Unilever.

Meski karirnya masih tampak cemerlang dan belum ada tanda berhenti bermain bola, Ronaldo tampaknya tetap menyadari karir atlet punya batas 'kedaluarsa'. Ia mulai mempersiapkan kehidupan setelah gantung sepatu.

Pada awal 2026, Ronaldo membeli UD Almería, klub divisi dua Liga Spanyol, lewat akuisisi 25 persen saham. Banyak yang percaya langkah itu jadi tranformasi awal Ronaldo dari pemain menjadi pemilik klub.

Akuisisi itu juga menarik perhatian karena kelompok pemilik Almería dipimpin Saudi Media Company. Hubungan tersebut semakin menguatkan spekulasi bahwa Ronaldo akan tetap memiliki keterkaitan bisnis dengan Arab Saudi, bahkan setelah ia pensiun.

Portofolio bisnis Ronaldo tak cuma klub bola. Ia memiliki hotel hingga pusat kebugaran dengan merek CR7. Berikut mesin cetak uang CR7:

- Hotel Pestana CR7

Ronaldo menjalin kemitraan 50:50 dengan Pestana Hotel Group. Pestana CR7 mengoperasikan hotel di sejumlah kota besar dunia, seperti New York, Madrid, Lisbon, dan Marrakech.

Pada awal 2026, grup tersebut mengumumkan rencana membuka hotel unggulan (flagship) berkapasitas 151 kamar di Riyadh, Arab Saudi, untuk memanfaatkan fenomena 'Ronaldo Effect' yang mendorong pertumbuhan pariwisata Arab Saudi.

- Klinik Rambut Insparya

Ronaldo merupakan salah satu co-founder Insparya, jaringan klinik transplantasi rambut. Saat ini Insparya memiliki 13 pusat layanan di Portugal, Spanyol, Italia, dan kini merambah Timur Tengah dengan membuka cabang di Riyadh, sejalan dengan kiprah Ronaldo di Arab Saudi. Nilai perusahaan ditaksir US$107 juta atau Rp2 triliun.

- Merek Fesyen dan Gaya Hidup CR7

Ronaldo merilis merek CR7 yang produknya mencakup sepatu, pakaian, parfum, hingga beragam produk gaya hidup lainnya yang dipasarkan secara global.

- Pusat Kebugaran

Ronaldo juga menjalin kemitraan dengan jaringan pusat kebugaran Crunch Fitness melalui merek CR7 Fitness by Crunch yang telah beroperasi di sejumlah negara.

- Pendapatan dari media sosial

Pada akhir 2024, Ronaldo meluncurkan kanal YouTube miliknya, UR · Cristiano. Per Maret 2026, jumlah subscriber tembus 78 juta orang. Kanal tersebut diperkirakan menghasilkan US$10 juta atau Rp180 miliar per tahun dari iklan dan kerja sama sponsor dalam konten.

Lalu dari monetisasi Instagram, Ronaldo diperkirakan meraup lebih dari US$3 juta atau Rp54 miliar untuk setiap unggahan bersponsor.

- Aset dari Hobi Mewah

Garasi Ronaldo dipenuhi berbagai mobil mewah buatan Bugatti, Lamborghini, Ferrari, dan Rolls-Royce. Koleksi ini diperkirakan bernilai US$30 juta atau setara Rp538 miliar. Beberapa koleksi teristimewa adalah Bugatti Centodieci senilai US$9 juta atau Rp161 miliar, yang cuma diproduksi 10 unit di dunia,

CR7 juga punya jet pribadi Gulfstream G650 yang diperkirakan bernilai US$70 juta atau Rp1,2 triliun.

Hobi mewah lainnya adalah koleksi jam tangan dari berbagai merek mewah seperti Jacob & Co., Rolex, dan Franck Muller. Nilai koleksi jam Ronaldo diperkirakan melebihi US$5 juta atau Rp90 miliar.

- Properti Mewah di Berbagai Negara

Nilai gabungan aset properti CR7 diperkirakan mencapai lebih dari US$100 juta atau Rp1,8 triliun.

Rumah mewahnya di Cascais, Portugal, bernilai 35 juta Euro atau Rp735 miliar dan diperkirakan bakal jadi tempat tinggal masa pensiun Ronaldo. Ia juga membeli rumah di Madeira. Business Insider melaporkan rumah mewah tujuh lantai yang menghadap Pelabuhan Funchal ini bernilai US$9,7 juta atai Rp174 miliar.

CR7 juga punya hunian di La Finca, kompleks perumahan elite dan eksklusif di Madrid, Spanyol. Saat membela Juventus pada 2018, Ronaldo membeli rumah di kawasan elite di atas perbukitan Turin.

Ternyata, selain jadi pemain sepak bola paling cemerlang , Ronaldo juga berhasil membangun dirinya menjadi merek bisnis yang menghasilkan ratusan juta dolar setiap tahun. Strategi ini membuat kekayaan Ronaldo tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kontrak bermain.

Kegemilangan karir atlet dan kerajaan bisnis Ronaldo tak dibangun dengan mudah.

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir pada 5 Februari 1985 di Funchal, Pulau Madeira, Portugal. Ia anak bungsu dari empat bersaudara. Ronaldo tumbuh dalam kemiskinan dan berbagi kamar dengan saudara-saudaranya.

Ayahnya, José Dinis Aveiro, bekerja sebagai tukang kebun di pemerintahan setempat dan juga bertugas sebagai pengurus perlengkapan tim (kit man) di sebuah klub sepak bola lokal. Ibunya, Maria Dolores, bekerja sebagai juru masak sekaligus petugas kebersihan.

Lingkungan sepak bola pertama yang dikenal Ronaldo adalah Andorinha, klub tempat ayahnya bekerja sebagai kit man. Di sana, ia mulai bermain, sebelum kemudian bergabung dengan Nacional, salah satu klub terbesar di Madeira. Sejak kecil, orang-orang di sekitarnya sudah melihat Ronaldo berbakat. Ia tangkas, penuh semangat, emosional, dan benar-benar tenggelam dalam permainan bola.

Bagi Ronaldo, sepak bola bukan sekadar hiburan. Ia menekuni olahraga itu biar menjadi jalan keluar dari kemiskinan.

Pada usia 12 tahun, Ronaldo mengikuti seleksi di Sporting CP dan berhasil masuk akademi pemain muda. Kesempatan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya, tetapi juga memaksanya meninggalkan Madeira menuju Lisbon saat usianya masih sangat belia. Ia terpaksa berpisah dengan orang tua dan lingkungan yang selama ini dikenalnya.

Di sekolah, Ronaldo kerap mengalami masalah kedisiplinan. Beberapa laporan mengenai masa mudanya menyebut ia pernah dikeluarkan dari sekolah setelah melempar kursi ke arah seorang guru karena merasa diperlakukan tidak hormat.

Ia bukan anak yang sempurna dan tumbuh tanpa masalah. Ronaldo dikenal emosional, sulit diatur, dan penuh energi. Yang kemudian mengubah hidupnya adalah kemampuannya mengarahkan energi tersebut ke dunia sepak bola.

Pada usia 14 tahun, Ronaldo mulai yakin bahwa ia memiliki kemampuan untuk menjadi pesepak bola profesional. Dengan dukungan ibunya dan orang-orang di Sporting CP, ia memutuskan memusatkan seluruh perhatiannya pada sepak bola, alih-alih menempuh jalur pendidikan formal.

Kalau dilihat saat ini, keputusan tersebut sangatlah tepat karena kita tahu karir Ronaldo cemerlang. Namun pada masa itu, keputusan meninggalkan sekolah formal demi sepak bola tampak bak pertaruhan besar. Sebab, sebagian besar pemain muda tak menjadi bintang dunia. Bahkan banyak yang gagal menjadi pesepak bola profesional.

Bagi keluarga Ronaldo, pilihan anaknya membawa harapan sekaligus ketidakpastian. Jika sepak bola tidak berhasil, tidak ada rencana cadangan yang mudah dijalani.

Salah satu ujian terberat dalam masa muda Ronaldo datang dari masalah kesehatan. Saat remaja, ia didiagnosis mengidap takikardia, yaitu gangguan irama jantung yang membuat detak jantungnya jauh lebih cepat dari normal.

Takikardia nyaris mengakhiri karier sepak bolanya Ronaldo, yang bahkan belum benar-benar dimulai. Akan tetapi Ronaldo muda tak menyerah dan menjalani prosedur medis ablasi jantung (cardiac ablation).

Bagi seorang remaja yang seluruh hidupnya telah dicurahkan untuk sepak bola, pengalaman tersebut tentu menjadi momen yang sangat menegangkan.

Memang banyak anak memiliki bakat. Yang bikin Ronaldo berbeda adalah obsesinya untuk terus berkembang. Ia tak cuma mengandalkan bakat, tetapi juga menempa dirinya dengan kedisplinan yang konsisten.

Pelatih dan rekan-rekan setimnya selama bertahun-tahun menggambarkan Ronaldo sebagai pemain dengan etos kerja luar biasa: berlatih lebih lama, mengulang latihan berkali-kali, disiplin menjaga kondisi tubuh, meningkatkan kecepatan, mengasah penyelesaian akhir, dan tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya.

Selain kecintaan pada sepak bola, masa kecilnya yang sulit tanpaknya menumbuhkan rasa lapar Ronaldo untuk meraih sukses di lapangan hijau. Bakat mungkin menjadi membuka pintu, tetapi kedisiplinan membuat Ronaldo bertahan lama di jajaran pemain terbaik dunia.

Akhirnya, penampilan mengesankan Ronaldo bersama Sporting CP akhirnya menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Akhir ceritanya kita tahu: Ronaldo bermain untuk klub-klub top dunia, mulai dari Manchester United, Real Madrid, Juventus, Al-Nassr, hingga menjadi ikon tim nasional Portugal.

Trofi dan berbagai rekor memang datang kemudian, tetapi fondasi semua pencapaian itu dibangun jauh sebelumnya. Anak kecil dari Madeira tidak berubah menjadi CR7 dalam semalam.