Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya

Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya

  • Bola sepak tertua berusia 500 tahun asal Skotlandia dipamerkan saat pertandingan Brasil melawan Skotlandia di Miami.
  • Artefak bersejarah yang ditemukan di Kastil Stirling ini diduga berasal dari masa pemerintahan Mary, Ratu Skotlandia.
  • Pameran ini merayakan hubungan historis perkembangan sepak bola modern antara Skotlandia dengan negara Brasil melalui Charles Miller.

Suara.com - Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 antara Skotlandia dan Brasil di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, menghadirkan daya tarik unik di luar lapangan.

Sebuah artefak bersejarah berupa bola sepak tertua yang masih ada di dunia turut dipamerkan dalam rangkaian acara pertandingan tersebut.

Melansir Sport Illustrated, Bola berusia hampir 500 tahun itu didatangkan dari Stirling, Skotlandia, menuju Florida Selatan untuk menjadi bagian dari pameran bertajuk Diplomacy and the Beautiful Game: From Scotland to Brazil to Haiti di Coral Gables Museum.

Selain dipamerkan di museum, artefak bersejarah tersebut juga ditampilkan dalam laga yang mempertemukan Skotlandia dan Brasil.

Bola yang diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-16 itu berukuran sekitar setengah bola sepak modern.

Artefak tersebut terbuat dari kulit sapi yang dijahit mengelilingi kandung kemih babi yang digunakan sebagai bagian dalam untuk menampung udara.

Keberadaan bola ini sempat tidak diketahui selama berabad-abad sebelum ditemukan secara tidak sengaja saat renovasi Kastil Stirling pada 1970-an. Bola tersebut ditemukan tersembunyi di balik panel dinding, meskipun hingga kini tidak diketahui secara pasti bagaimana benda itu bisa berada di lokasi tersebut.

Bola bersejarah tersebut berasal dari masa pemerintahan Mary, Ratu Skotlandia. Menurut catatan sejarah, sang ratu dikenal memiliki ketertarikan terhadap olahraga, termasuk golf dan sepak bola.

"Kurun waktunya selaras dengan masa tinggal Mary, Ratu Skotlandia, di kastil tersebut, dan tentu saja bola itu ditemukan di Ruang Peraduan Ratu. Kami tidak bisa memastikannya, namun kami senang membayangkan bahwa Mary pernah bermain menggunakan bola ini," ujar kurator Stirling Smith, Aoife McKenna, kepada BBC.

Pemilihan pertandingan Skotlandia melawan Brasil sebagai ajang pamer artefak tersebut bukan tanpa alasan. Selain karena bola itu berasal dari Skotlandia, kedua negara memiliki hubungan historis dalam perkembangan sepak bola modern.

Skotlandia merupakan salah satu pelopor sepak bola modern dan terlibat dalam pertandingan internasional resmi pertama melawan Inggris pada 1872. Sementara itu, pengaruh Skotlandia terhadap perkembangan sepak bola Brasil juga cukup besar melalui sosok Charles Miller.

Miller, yang lahir di São Paulo pada 1874 dari ayah berkebangsaan Skotlandia, menempuh pendidikan di Inggris sebelum kembali ke Brasil membawa dua bola sepak dan buku peraturan permainan. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh penting yang membantu mempopulerkan sepak bola di Brasil hingga berkembang menjadi olahraga paling digemari di negara tersebut.

Sepak bola modern sendiri mulai dibakukan pada 1863 ketika Football Association (FA) di Inggris menerbitkan aturan resmi pertama yang menyatukan berbagai bentuk permainan sepak bola yang berkembang saat itu. Aturan tersebut kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan sepak bola modern di seluruh dunia.

Meski demikian, berbagai bentuk permainan yang menyerupai sepak bola telah dimainkan di sejumlah wilayah dunia sejak berabad-abad sebelumnya. Bola dari Stirling menjadi salah satu bukti fisik tertua yang masih bertahan dari sejarah panjang perkembangan olahraga yang kini menjadi permainan paling populer di dunia tersebut.