Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peluang hujan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kurang dari 10 persen pada Dasarian I Juli 2026 seiring memasuki puncak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino.
El Nino Perkuat Musim Kemarau di NTB
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan peluang hujan di seluruh wilayah NTB berada pada tingkat yang sangat rendah.
Ia mengungkapkan, "Peluang hujan sangat rendah minus 10 persen di seluruh wilayah NTB pada Dasarian I Juli 2026."
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi penguatan fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori moderat dengan indeks +1,61 sehingga musim kemarau terasa lebih kering.
Ia menjelaskan El Nino diperkirakan bertahan pada kategori moderat dan berpotensi meningkat menjadi El Nino kuat dengan peluang mencapai 98 persen hingga akhir 2026.
Berdasarkan analisis BMKG pada akhir Juni 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah NTB berada pada kategori rendah, yakni 0 hingga 50 milimeter per dasarian.
Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, selama 43 hari dan masuk kategori sangat panjang.
BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan
BMKG menetapkan empat daerah berstatus waspada kekeringan meteorologis, yakni Kecamatan Praya Barat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya, dan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Moyo Utara dan Utan di Kabupaten Sumbawa, serta Kecamatan Palibelo dan Tambora di Kabupaten Bima.
Suci mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang semakin meluas.
Ia mengungkapkan, "Kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam level waspada kekeringan meteorologis."