Daley Blind sangat bahagia dengan kembalinya ia ke Ajax. Ada beberapa pilihan lain dalam beberapa pekan terakhir, tetapi bek berusia 36 tahun ini selalu berharap bisa kembali bermain untuk ketiga kalinya di Johan Cruijff ArenA.
“Pembicaraan sudah berlangsung belakangan ini. Saya hanya menunggu waktu yang tepat, saat semua potongan teka-teki itu akan bersatu,” jelas Blind pada Rabu setelah sesi latihan pertamanya bersama Ajax dalam wawancara dengan Voetbal International.
“Kamu tetap membuka berbagai opsi dan memang ada beberapa klub yang menghubungi, tapi itu bukan klub-klub yang benar-benar ingin saya tuju,” kata Blind dengan nada kritis mengenai pencariannya akan klub baru. “Saya memang mengatakan kepada agen saya dan juga kepada keluarga saya: jika Ajax datang dan masih ada peluang, maka saya ingin melihat apakah hal itu bisa terwujud.”
“Pintu itu semakin terbuka lebar, jadi itu adalah keinginan terbesar saya untuk melakukannya. Lalu saya berkata kepada agen saya: kamu tidak perlu mencari lagi jika ini masih memungkinkan,” kata bek kiri yang kembali itu.
“Inilah yang paling saya inginkan. Dari situ, seringkali tinggal bersabar dan menunggu. Pembicaraan berjalan begitu positif sehingga direktur teknis Jordi Cruijff akhirnya mengambil keputusan,” jelas Blind, yang menandatangani kontrak satu musim di Amsterdam.
Blind kembali bekerja sama setiap hari dengan Míchel di Ajax. Pelatih asal Spanyol itu merupakan pelatih sang pemain berpengalaman selama tiga musim terakhir di Girona, yang terdegradasi dari LaLiga.
“Hal itu tentu saja menjadi salah satu faktornya, karena kami saling mengenal dengan baik. Saya bisa memainkan peran yang sangat penting dalam gaya permainannya, dan bukan tanpa alasan saya sering diturunkan oleh pelatih ini dalam beberapa tahun terakhir,” tutup Blind.