KOMPAS.com - Firma riset pasar Counterpoint Research merilis daftar lima vendor smartphone terbesar di dunia berdasarkan jumlah pengiriman (shipment).
Pada kuartal II (April-Juni) 2026 ini, Samsung merebut kembali posisi puncak di tengah krisis memori global.
Pangsa pasar (market share) Samsung secar global adalah sebesar 24 persen.
Apple menyusul di posisi kedua dengan pangsa pasar 20 persen, sekaligus mencetak rekor pangsa pasar tertinggi perusahaan untuk periode kuartal kedua.
Sementara tiga vendor asal China, yaitu Xiaomi, Oppo, dan Vivo, melengkapi daftar lima besar secara berurutan.
Data Counterpoint menunjukkan pengiriman smartphone global pada kuartal II 2026 turun 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam untuk kuartal kedua sejak 2013.
Selengkapnya, berikut daftar 5 besar merek HP global kuartal kedua (Q2) 2026 versi Counterpoint Research:
| Peringkat | Vendor | Market share Q2 2026 | Market share Q2 2025 |
| 1 | Samsung | 24 persen | 20 persen |
| 2 | Apple | 20 persen | 17 persen |
| 3 | Xiaomi | 12 persen | 14 persen |
| 4 | Oppo | 11 persen | 12 persen |
| 5 | Vivo | 8 persen | 9 persen |
Nomor satu berkat Galaxy S26 Ultra
Samsung menjadi vendor smartphone terbesar dunia pada kuartal II 2026 dengan pangsa pasar 24 persen, naik dari 20 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Counterpoint, Samsung juga menjadi satu-satunya vendor lima besar yang mencatat pertumbuhan pengiriman (shipment) paling kuat secara tahunan.
Kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap seri Galaxy S26, khususnya Galaxy S26 Ultra yang mendapat respons positif berkat fitur AI dan Privacy Display.
Selain itu, Samsung dinilai lebih mampu menjaga pasokan produk dibanding kompetitor, menahan kenaikan harga di sejumlah pasar, serta menjalankan promosi agresif di India dan Timur Tengah.
Apple cetak rekor
Apple berada di posisi kedua dengan mengamankan 20 persen market share global, naik dari 17 persen pada kuartal II 2025.
Selain itu, pengiriman iPhone juga tumbuh 3 persen secara tahunan. Counterpoint menyebut pencapaian ini menjadi pangsa pasar kuartal kedua terbesar yang pernah diraih Apple.
Pertumbuhan tersebut ditopang kuatnya permintaan terhadap seri iPhone 17, yang menjadi smartphone dengan pengiriman terbesar secara global.
Apple juga menjadi satu-satunya vendor besar yang tidak menaikkan harga iPhone selama kuartal II 2026.
Meski demikian, memasuki pekan kedua Juli 2026, Apple mulai menyesuaikan harga di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, harga iPhone 15 series, iPhone 16 series, iPhone Air, hingga iPhone 17 series kini naik dengan besaran penyesuaian mencapai sekitar Rp 7 juta, tergantung model.
Xiaomi, Oppo, dan Vivo terpukul
Posisi ketiga hingga kelima ditempati Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Xiaomi mempertahankan pangsa pasar 12 persen, disusul Oppo 11 persen, dan Vivo 8 persen.
Namun, ketiga vendor tersebut juga menjadi yang paling terdampak krisis memori karena sama-sama mencatat penurunan pengiriman dua digit dibanding kuartal II tahun lalu.
Menurut Counterpoint, ketiga merek tersebut memiliki portofolio produk yang lebih besar di segmen entry-level dan menengah, yang paling sensitif terhadap kenaikan biaya produksi akibat mahalnya chip DRAM dan NAND.
Akibatnya, banyak konsumen memilih menunda pembelian smartphone baru, membeli model generasi sebelumnya, atau memperpanjang masa pakai perangkat lama.
Meski demikian, Xiaomi masih mampu menjaga market share-nya melalui penyederhanaan portofolio produk dan pelonggaran pembiayaan untuk mitra ritel.
Di luar lima besar, Counterpoint mencatat Google dan Huawei menjadi dua vendor dengan pertumbuhan tercepat.
Pengiriman smartphone Google meningkat 16 persen dibanding tahun lalu berkat seri Pixel 10 dan Pixel 10a. Sementara Huawei tumbuh 6 persen, didorong penjualan seri Mate 80, Nova 15, dan Enjoy 90.
Counterpoint memperkirakan, pasar smartphone global masih akan menghadapi tekanan hingga akhir tahun.
Firma riset tersebut memproyeksikan pengiriman smartphone sepanjang 2026 turun sekitar 14 persen dibanding tahun sebelumnya.
Krisis pasokan DRAM dan NAND diperkirakan masih berlanjut hingga 2027, sehingga produsen akan lebih fokus menjual perangkat premium dan mengurangi model dengan margin rendah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang