Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menjadi ajang sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga menarik perhatian dari sisi lingkungan. Turnamen ini melibatkan lebih banyak tim, lebih banyak pertandingan, dan wilayah penyelenggaraan yang jauh lebih luas dibandingkan edisi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat jutaan orang harus melakukan perjalanan lintas kota hingga lintas negara untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Di balik kemeriahan kompetisi, setiap perjalanan, penggunaan stadion, hingga aktivitas pendukung lainnya turut menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi inilah yang dikenal sebagai jejak karbon atau carbon footprint. Lalu, seberapa besar jejak karbon yang diperkirakan dihasilkan Piala Dunia 2026 dan dari mana saja sumber emisinya? Yuk, kita telusuri di bawah ini!
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.