Banyak Kendaraan Masuk Jalur Busway di Jakbar, Penumpang Transjakarta: Bikin Tambah Macet

Banyak Kendaraan Masuk Jalur Busway di Jakbar, Penumpang Transjakarta: Bikin Tambah Macet

JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang Transjakarta mengeluhkan banyaknya kendaraan pribadi yang menerobos jalur busway di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ananda (26), seorang pengguna Transjakarta menilai kendaraan pribadi menghambat laju transportasi umum dan justru memicu kemacetan baru di dalam jalur khusus Transjakarta.

"Banyak (yang menerobos), apalagi mereka klakson-klakson, padahal kan mereka yang salah, ngapain masuk jalur Transjakarta sudah tahu sempit dan melanggar, bikin ribet dan tambah macet di jalan," ujar Ananda saat ditemui Kompas.com di JPO Halte Taman Kota, Cengkareng, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ananda, keberadaan motor dan mobil di jalur busway merugikan masyarakat karena menghilangkan fungsi utama transportasi umum yang seharusnya menjadi solusi transportasi bebas macet.

"Seharusnya itu kalau orang naik transportasi umum bisa bebas dari macet, kan ada jalurnya sendiri, tetapi malah penuh motor, bikin nambah macet," ungkapnya.

Aksi percobaan perusakan separator beton jalur Transjakarta (busway) di area Halte Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026)
Aksi percobaan perusakan separator beton jalur Transjakarta (busway) di area Halte Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026)

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Sabtu (27/6/2026) pagi, fenomena penerobosan ini terjadi berulang kali.

Para motor dan mobil itu berujung terjebak antrean di belakang bus Transjakarta yang sedang berhenti menaikturunkan penumpang di Halte Taman Kota.

Padahal lalu lintas di jalur reguler Jalan Daan Mogot di sebelahnya tampak kosong dan lancar.

Ketika bus berhenti di halte, para penerobos akhirnya tidak bisa bergerak dan terpaksa mengantre di belakang kendaraan besar tersebut.

Hani (28), pejalan kaki yang juga kerap menggunakan layanan Transjakarta, mengaku bingung dengan pola pikir para pengendara motor tersebut.

"Emang sering pada di belakang bus masuk jalur (busway). Cuma bingung juga, padahal kan di luar enggak macet, kalau di jalur malah harus berhenti kalau Transjakartanya berhenti," kata Hani.

Hani menduga, para pengendara sengaja ingin menghindari kemacetan parah yang kerap melanda Jalan Daan Mogot sebagai bentuk antisipasi.

Padahal, kata dia, pada jam-jam biasa selain sore hari di hari kerja, jalanan tersebut cenderung tidak terlalu macet.

"Mungkin mereka mikirnya di depan macet, jadi masuk ke busway, ternyata malah di busway lebih macet penuh motor, di luarnya lancar," ucap Hani.

Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran berlalu lintas masyarakat, yang membuat penerapan tilang elektronik (ETLE) kerap kali tidak efektif dan mudah diakali oleh pelanggar.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Aksi percobaan perusakan separator beton jalur Transjakarta (busway) di area Halte Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026)
Aksi percobaan perusakan separator beton jalur Transjakarta (busway) di area Halte Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026)(INSTAGRAM/jakartabarat24jam)