JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur sekolah kerap dimanfaatkan keluarga untuk bepergian ke luar kota menggunakan mobil pribadi. Demi membuat anak lebih nyaman selama perjalanan jauh, tak sedikit orang tua yang menggelar kasur di kabin belakang mobil.
Biasanya kasur ditempatkan di area baris kedua atau bagasi belakang pada mobil jenis MPV dan SUV. Tujuannya agar anak bisa tidur atau bermain lebih leluasa selama perjalanan.
Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko cedera ketika terjadi pengereman mendadak maupun kecelakaan lalu lintas.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, menggelar kasur di dalam mobil saat kendaraan sedang berjalan sebenarnya tidak dianjurkan dari sisi keselamatan.
Anak Tetap Harus Duduk dan Pakai Sabuk Pengaman
Sony menjelaskan, di banyak negara penggunaan kasur di dalam mobil hanya diperbolehkan ketika kendaraan berhenti, misalnya saat beristirahat di rest area.
"Ini sebenarnya faktor kebiasaan saja. Kalau kita lihat aturan-aturan di negara tetangga atau di luar negeri, tidak boleh kasur digelar saat mobil berjalan," kata Sony kepada Kompas.com, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, kasur boleh dibawa di dalam kendaraan, tetapi penggunaannya hanya saat mobil berhenti.
"Bawa kasur boleh, digelarnya hanya pada saat di rest area dan mobil berhenti. Tetapi pada saat jalan, semua penumpang wajib duduk sempurna dan menggunakan safety belt," ujar Sony.
Balita Wajib Menggunakan Car Seat
Selain sabuk pengaman, anak-anak yang masih berusia balita juga wajib menggunakan kursi khusus anak atau car seat.
Menurut Sony, perangkat tersebut dirancang untuk melindungi tubuh anak saat terjadi benturan, sehingga jauh lebih aman dibandingkan membiarkan mereka tidur di atas kasur.
"Anak-anak kecil, batita atau balita harus menggunakan child seat, itu wajib," kata Sony.
Ia menilai, masih banyak orang tua yang terlalu fokus pada kenyamanan anak selama perjalanan, tetapi mengabaikan aspek keselamatan.
Jangan Korbankan Keselamatan Demi Kenyamanan
Sony mengatakan, banyak orang tua membiarkan anak bebas bergerak, bermain, bahkan tidur di lantai kabin karena tidak ingin anak rewel selama perjalanan.
Padahal, saat mobil mengalami benturan atau pengereman mendadak, posisi tubuh anak yang tidak terlindungi dapat berakibat fatal.
"Kadang-kadang kita berpikir karena sayang anak, kita membebaskan anak untuk haha hihi di dalam kabin. Boleh saja, tetapi tetap harus ada aturan keselamatan," kata Sony.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app