AKURAT.CO Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses menjuarai China Open 2026. Mereka mengalahkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, lewat pertarungan tiga gim.
Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan lawan pada gim pertama dengan skor 16-21. Namun, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui kemenangan 21-19 dan 21-19 pada dua gim berikutnya.
Hasil tersebut memastikan Fajar/Fikri mempertahankan gelar China Open yang mereka raih sebelumnya. Kemenangan ini juga menjadi gelar beruntun setelah pekan lalu mereka menjuarai Japan Open 2026.
Fajar mengaku bersyukur bisa menutup turnamen dengan hasil terbaik. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan.
"Kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta hasil maksimal di China Open ini. Mempertahankan gelar di sini, back to back juara juga setelah Japan Open pekan lalu. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung," kata Fajar, di Changzhou, China, Minggu (26/7/2026).
Fajar mengakui laga final berlangsung sangat berat karena menghadapi pasangan yang menempati peringkat satu dunia. Menurutnya, Kim/Seo tampil lebih berani dibandingkan saat pertemuan sebelumnya.
"Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia. Mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu. Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan, tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan. Saya berterima kasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan," ujarnya.
Dia menilai, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras yang telah dijalani bersama. Dia berharap hasil ini bisa menjadi motivasi bagi sektor ganda putra Indonesia untuk kembali bersaing di level tertinggi.
"Ini rezeki dan hasil kerja keras kami. Semoga menjadi momentum untuk ganda putra semakin baik, bangkit lagi dengan junior-junior kami semakin termotivasi untuk terus mengejar dan menempel ranking kami, jadi di level atas yang ikut tidak hanya dua pasang, tapi bisa tiga, empat, bahkan lima," ucapnya.
Fajar juga menyinggung kegagalan mereka di Indonesia Open yang sempat membuatnya terpukul. Menurutnya, hasil tersebut justru menjadi penyemangat untuk membuktikan kemampuan mereka.
"Hasil tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri, membuat kami terpukul. Tapi dari situ pasti ada motivasi sendiri buat kami bisa menjawab keraguan semuanya," tutur Fajar.